Ilustrasi Kartu Kredit dan Debit, Foto: Pixabay

5 Cara Aman Belanja dengan 'Menggesek'

Estimasi Baca:
Jumat, 8 Sep 2017 09:10:10 WIB

Kriminologi.id - Belanja di mal, makan siang di restoran padang, atau membayar segelas kopi di kafe favorit, kini tak perlu membayar uang tunai. Cukup ‘gesek’, dan cabcus, deh. Ya, mal dan sejumlah lokasi belanja memang sudah menyediakan pembayaran dengan kartu debit atau kredit.  

Penggunaan kartu debit atau kartu kredit itu yang belakangan dikenal dengan istilah “gesek” bagi sebagian orang Indonesia. Namun, kemudahan yang disediakan tentu saja memunculkan potensi terjadinya kejahatan.

Baca: 5 Kiat Cegah Copet Gerayangi Dompet Anda

Bentuk kejahatan itu seperti carding, skimming, dan penggandaan kartu atau kloning. Menurut data yang dilansir Forbes, dalam lima tahun terakhir ada 27 persen pengguna kartu debit atau kredit yang pernah menjadi korban kejahatan kejahatan.

Sebab itulah sangat penting bagi Anda untuk berhati-hati saat menggunakan kartu debit atau kredit. Seperti yang disadur dari Handsonbanking.org ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri Anda dari kejahatan kartu.

 

#1. Teliti Saat Belanja

Jangan menggunakan tanda tangan pada struk, lebih baik gunakan PIN saja. Mintalah pada petugas kasir untuk menggunakan PIN sebagai verifikasi. Ini lebih aman ketimbang menggunakan tanda tangan. Simpan tanda terima yang diberikan kasir agar bisa mengecek jumlah tagihan dengan tanda terima yang telah disimpan.

Perhatikan dan tolak petugas ketika dia menggesekkan kartu debit atau kredit lebih dari sekali. Pada 5 September 2017, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperingatkan konsumen untuk menolak ketika petugas menggesekkan kartu dua kali. Jika petugas memaksa konsumen dapat melaporkannya pada Bank Indonesia.

Baca: Biar Tak Menyesal Belanja Online, Cek Dulu 6 Panduan Ini

Menurut Agus, tindakan petugas atau kasir yang menggesekkan kartu debit atau kredit lebih dari sekali ditakutkan akan menjadi sarana bagi para pelaku kejahatan untuk menyalin dan mengintip semua data dan informasi personal yang ada di dalam kartu debit atau kartu kredit milik konsumen yang tidak teliti.

 

#2. Waspada di ATM

Gunakanlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang berlokasi di tempat-tempat terpercaya seperti di dalam supermarket, pusat perbelanjaan, dan di dalam kampus. Hindari menggunakan mesin yang daerah di sekelilingnya tampak sepi dan tidak terawat.

Perhatikan mesin ATM, apakah ada tanda-tanda pengrusakan. Jika terlihat ada bagian mesin yang dirusak dan dipasang kembali, lebih baik Anda mencari mesin lainnya. Sebabnya, bisa saja di dalam mesin dipasang alat tertentu yang bisa mencuri data Anda.

Baca: Pedofil Mengincar, Ini 5 Cara Hindari Anak dari Kejahatan Internet

Ketika Anda berada di dalam mesin ATM jangan lupa menghalangi pandangan orang di belakang Anda, entah dengan badan atau menutupi PIN Anda. Ini dilakukan agar PIN yang dimasukkan dan jumlah saldo Anda tidak terlihat orang lain.

 

#3. Lapor dan Blokir

Ketika kartu hilang, hal pertama yang harus dilakukan melaporkannya kepada pihak bank dan memblokir kartu dan rekening Anda. Pelaporan dan pemblokiran kartu ini dapat dilakukan melalui layanan telepon yang telah disediakan oleh masing-masing bank.

Jangan langsung percaya pada nomor layanan telepon yang tercantum di ATM. Telusuri ‘Mbah Google’ untuk mendapatkan nomor layanan bank yang benar. Jika ingin lebih mudah dan aman, catat nomor layanan bank di telepon seluler. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, Anda tak perlu panik mencari nomor layanan.

 

#4. Perlakukan Kartu Bak Uang Tunai

Perlakukan kartu kredit atau debit Anda selayaknya uang tunai. Jangan pernah meletakkan kartu di kompartemen mobil, jok motor, atau berserakan di dalam tas. Ketika kartu jatuh atau hilang, Anda tidak segera menyadarinya dan terlambat memblokir rekening. Kelalaian ini berdampak fatal, sebab rekening Anda bisa saja sudah dikosongkan penjahat.

 

#5. Rahasiakan PIN

Jangan pernah menggunakan tanggal lahir sebagai nomor identitas pribadi atau personal identification number (PIN) atau password untuk masuk ke rekening bank. Ketika penjahat mendapatkan kartu Anda, mereka akan mudah enemukan tanggal lahir Anda dan mencobanya untuk masuk ke akun bank Anda.

Baca: Tidak Ada Indonesia dalam Daftar, Berikut 10 Negara Teraman di Dunia

Jangan pula Anda menuliskan PIN atau password Anda. Cukup Anda ingat-ingat saja dan tidak perlu menuliskannya dimanapun. Juga jangan memberikan PIN atau password kepada siapapun termasuk kepada anggota keluarga Anda. BC

KOMENTAR
500/500