Ilustrasi oli palsu. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

5 Cara Mudah Bedakan Oli Mesin Asli dan Palsu

Estimasi Baca:
Minggu, 9 Sep 2018 22:05:16 WIB

Kriminologi.id - Polisi menangkap penjual sekaligus produsen dari oli mesin palsu berkedok bengkel sepeda motor. Dala penggerebekan tersebut polisi mengamankan beberapa kaleng oli palsu dan menangkap pemilik bengkel yang bernama Muslon, 19 Agustus 2018.

Muslon mengatakan racikan oli hasil oplosannya dimasukkan ke dalam botol yang dibelinya dari pengepul, serta tutupnya dia ambil dari botol oli bekas para pelanggannya di bengkel. Setiap botol oli palsu buatannya dijual dengan harga Rp 40 ribu. Keuntungan yang didapatkannya sekitar Rp 15 ribu per botol.

Melihat fenomena di atas tidak menutup kemungkinan masih ada bengkel lain yang melakukan praktik pemalsuan oli tersebut, berdasarkan informasi yang dihimpun Kriminologi.id dari berbagai sumber, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan oli asli dan oli palsu.

1. Lihat Label di Botol

Melihat secara teliti label yang tertera di botol merupakan salah satu cara dalam mengindikasi apakah oli botol tersebut asli atau palsu. Dapat dilihat dari kondisi label apakah ada banyak kecacatan atau warna label yang terlalu terang maka mempunyai potensi produk tersebut oplosan atau palsu.

Kualitas dari cetakan label juga mempunyai peran dimana produk palsu akan memiliki tampilan label berkualitas rendah. Selain melihat warna dan kondisi fisik dari label, juga dapat melihat jenis tulisan label tersebut. Untuk jenis tulisan dalam beberapa perusahaan mempunyai ciri khas khusus masing-masing.

2. Kondisi Fisik Botol

Melihat kondisi fisik botol apakah terlihat ada kecacatan pada badan botol apakah ada lecet dapat membantu mengindikasi apakah oli tersebut asli atau tidak. Lekukan-lekukan yang ada di botol asli mempunyai ciri khas yang sulit untuk ditiru karena melalui pengerjaan komputer.

Selain itu kondisi dan teknologi dari tutup botol juga dapat membantu mengidentifikasi apakah produk tersebut asli atau palsu. Beberapa produsen oli menerapkan teknologi khusus dimana apabila tutup sudah dilepas maka akan langsung rusak dan tidak bisa terpakai kembali.

3. Scan Barcode atau QR Code Produk

Beberapa produsen oli sudah banyak yang menggunakan barcode atau QR Code untuk produk mereka. Fungsi dari barcode atau QR Code ini adalah untuk melakukan pengecekan produk beserta kandungannya secara online. Pembeli dapat memindai barcode tersebut dan melakukan pengecekan keaslian produk tersebut.

4. Perhatikan Warna, Konsentrat, dan Bau

Warna oli asli biasanya mempunyai ciri warna kuning bening sedangkan oli oplosan atau palsu mempunyai warna yang lebih merah ataupun agak keruh dan tidak kuning bening.

Oli bekas yang dioplos akan memiliki konsentrat yang hampir mirip seperti air sehingga apabila Anda balik wadahnya maka oli akan langsung turun mengikuti bentuk dari wadah, sedangkan oli asli atau baru mempunyai konsentrat yang berdaya rekat tinggi sehingga oli akan sedikit sulit untuk berubah tempat.

Bau dari oli palsu biasanya mempunyai bau gosong hasil dari pembakaran yang pernah dilakukan pada mesin sebelumnya. Jika oli yang Anda beli tercium bau pembakaran maka Anda patut curiga oli tersebut adalah oli palsu.

5. Tempat Pembelian dan Harga

Lebih dianjurkan untuk membeli oli pada bengkel resmi dan bengkel lain yang memang sudah mempunyai autentikasi langsung dari produsen oli tersebut sebagai bengkel terpercaya.

Selalu mengecek harga yang ditawarkan oleh produsen asli, bisa melalui katalog yang dibagikan maupun melalui internet agar tidak langsung tergiur dengan harga murah namun ternyata oli yang dijual palsu atau oplosan.

Tips lainnya apabila Anda setelah membeli oli dimanapun usahakan untuk meminta menghancurkan botol tersebut atau membawa botol bekas dihancurkan. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan botol tersebut digunakan lagi oleh para oknum bengkel nakal yang ingin mencari keuntungan.

Selain itu, apabila Anda terlanjur menggunakan oli palsu dan tidak mengetahui hal tersebut, biasanya setelah berjalan sekitar 1.500 hingga 2.000 kilometer akan timbul tanda-tanda penurunan performa mesin (Farhan Dzakwan).

Infografik Cara Bedakan Oli Asli dan Palsu. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500