ilustrasi media sosial pada anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

5 Panduan Orang Tua Agar Anak Bijak Gunakan Media di Era Digital

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Mar 2018 07:05:10 WIB

Kriminologi.id - Perkembangan teknologi yang cepat di era digital tak dapat dihindari. Tak terkecuali bagi anak-anak yang sering bersentuhan dengan media melalui telepon pintar atau gadget. Menurut sebuah penelitian, orang tua harus lebih dahulu memahami baik dan buruk gadget agar mampu menerapkan pola asuh pad anak di era digital.

Pekan lalu, jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan sebuah video yang viral di media sosial Facebook. yang menunjukkan seorang anak yang diperkirakan berusia sekitar lima tahun tertangkap kamera sedang menonton video porno melalui telepon seluler atau ponsel. Video berdurasi satu menit tersebut pertama kali diposting pada Rabu, 14 Maret 2018.

Dalam video tersebut juga terlihat ada dua orang dewasa yang tengah duduk mengapit anak itu tidak sadar dengan apa yang dilakukan sang anak.

Penggunaan media sudah menjadi hal yang lumrah di era digital seperti ini dan pendampingan orang tua memiliki peran yang sangat penting agar efek negatif media tidak menyerang anak. Konsumsi konten media yang buruk secara langsung akan berdampak buruk juga pada tumbuh kembang anak.

American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah organisasi yang didirikan sekumpulan dokter anak Amerika Serikat, menyebutkan bahwa kehidupan digital dimulai pada usia muda, begitu pun bimbingan orang tua. Anak-anak yang “tumbuh digital” harus belajar konsep masyarakat digital yang sehat.

Menurut AAP, dewasa ini lebih dari 30 persen anak-anak di Amerika Serikat pertama kali bermain dengan gadget saat masih menggunakan popok. Selain itu, merujuk pada penelitian Pew Research Center, AAP juga menunjukkan hampir 75 persen dari anak-anak berusia 13-17 tahun sudah memiliki telepon pintar atau smartphone, dan 24 persen darinya mengaku menggunakan smartphone mereka secara konstan. 

Melihat fenomena penggunaan media yang semakin tinggi pada anak ini, AAP mengadakan simposium bertajuk Growing Up Digital: Media Research Symposium untuk membahas penggunaan media yang positif bagi anak.

Beberapa pesan penting bagi orang tua terkait penggunaan media yang positif bagi anak muncul dari simposium tersebut. Pendampingan dan partisipasi orang tua menjadi sorotan utama. 

Infografik lima panduan bijak penggunaan media pada anak. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id merangkum beberapa pesan penting tersebut ke dalam 5 panduan bijak penggunaan media pada anak. Simak panduannya di bawah ini:

1. Orang Tua Harus Paham Digital

Seiring berkembangnya teknologi, anak-anak melakukan hal yang sama dengan yang selalu mereka lakukan, namun secara virtual. Sama seperti lingkungan lainnya, media dapat memiliki efek positif dan negatif bagi anak. Hal ini yang perlu dipahami oleh orang tua.

Oleh karenanya, aturan pengasuhan yang sama berlaku untuk lingkungan nyata dan virtual anak Anda.Oleh karenanya, aturan pengasuhan yang sama berlaku untuk lingkungan nyata dan virtual anak Anda.

Bermainlah dengan mereka. Tetapkan batas; anak membutuhkan dan mengharapkan batasan disepakati. Ajarkan kebaikan. Ikut terlibat dengan mengenali teman-teman mereka.

2. Menjadi Orang Tua Panutan

Anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Sebagai orang tua, yang menjadi sosok yang paling bertanggung jawab untuk menjadi panutan atau role model yang baik bagi anak Anda. Batasi penggunaan gadget sehari-hari Anda dan tunjukkan etika konsumsi media yang baik. Hal itu akan menjadi contoh baik bagi anak mengenai bagaimana menggunakan media yang bijak.

Selain itu, Anda jadi bisa lebih memperhatikan anak Anda. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa komunikasi dua arah merupakan cara belajar terbaik bagi anak yang masih kecil.

3. Dampingi Anak Saat Berinteraksi dengan Media

Kualitas konten media lebih penting daripada platform atau jumlah waktu yang dihabiskan dengan media. Prioritaskan bagaimana anak Anda menghabiskan waktunya daripada hanya mengatur waktu bermain. Sebagai orang tua, wajib untuk Anda memperhatikan kualitas konten media yang anak Anda gunakan.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengkurasi apa saja yang harus ada dan tidak ada di gadget anak Anda. Selain itu, partisipasi orang tua juga dibutuhkan untuk memfasilitasi interaksi dan pembelajaran sosial anak. Misalnya dengan menonton atau bermain game bersama dengan anak.

4. Batasi Penggunaan Gadget

Seperti halnya aktivitas lainnya, penggunaan gadget harus memiliki batasan yang rasional. Jangan sampai penggunaan gadget yang berlebihan menghalangi anak Anda berpartisipasi dalam aktivitas lain.

Prioritaskan waktu bermain tanpa gadget pada anak Anda. Misalnya, bermain sepak bola, petak umpet, dan lainnya. Waktu bermain dengan teman sebaya seperti itu akan menstimulasi kreativitas anak Anda.

5. Buat Zona Bebas Gadget

Sepakati zona bebas gadget dengan anak Anda. Perlu dipahami bahwa hal ini juga harus berlaku pada Anda sebagai orang tua. Misalnya dengan menyepakati larangan menggunakan gadget saat waktu makan keluarga, kecuali untuk keadaan darurat atau hal penting lainnya. Selain itu, lakukan isi ulang baterai gadget di luar kamar tidur anak untuk mencegah penggunaan gadget sebelum tidur pada anak Anda.

Tindakan ini akan mendorong terciptanya kebersamaan dengan bertambahnya waktu keluarga, kebiasaan makan dan tidur yang sehat.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500