5 Tips Agar Tak Menjadi Pelaku Ujaran Kebencian

Estimasi Baca :

Ilustrasi ujaran kebencian, Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi ujaran kebencian, Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Penceramah akhir zaman, ustaz Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ujaran kebencian. Materi ceramah yang dibawakannya dan tersebar di akun youtube diduga mengandung materi yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Sebelumnya, komedian Joshua Suherman juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Front Umat Islam Bersatu terkait materi stand up yang dibawakannya telah dianggap menghina agama islam. Tidak hanya itu, seorang akademisi Ade Armando juga sempat tersandung kasus ujaran kebencian.

Baca: Ceramah Bernada SARA, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali Jadi Tersangka

Semua kasus yang disebutkan di atas menggunakan media sosial sebagai media penyebarannya. Seperti ustaz Zulkifli dan Joshua yang persebarannya melalui media youtube dan Ade Armando melalui media Facebook.

Dasar hukum yang digunakan dalam kasus ujaran kebencian ini adalah pasal 156, pasal 156a, pasal 157 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi ujaran kebencian. Ini seperti yang disampaikan dalam Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 mengenai bentuk ujaran kebencian meliputi penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dan menyebarkan berita bohong.

Selain itu, edaran tersebut juga menyebutkan aspek-aspek yang termasuk dalam ujaran kebencian adalah masalah suku, agama, aliran keagamaan, keyakinan/kepercayaan, ras, antargolongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel (cacat), dan orientasi seksual.

Penyebaran ujaran kebencian ini dapat dilakukan dalam orasi kegiatan kampanye, spanduk atau banner, jejaring media sosial, penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi), ceramah keagamaan, media massa cetak maupun elektronik, dan pamflet.

Oleh karena itu, agar tidak tersandung masalah ujaran kebencian ini maka kriminologi menyarankan untuk lebih bijak dalam berkata-kata baik dalam berinteraksi di dunia nyata maupun melalui media sosial. Beberapa tips berikut ini juga akan membantu Anda agar terhindar dari masalah ujaran kebencian.

1. Think Before Type

Berpikir sebelum bertindak, khususnya ketika akan mengunggah tulisan di media sosial. Seringkali masalah ujaran kebencian berasal dari media sosial seperti Facebook, twitter, dan Instagram.

Oleh karena itu sebelum mengunggah sesuatu status atau menulis komentar tentang sesuatu harap dipikirkan terlebih dahulu efeknya dan unsur-unsur yang ada di dalam tulisan Anda apakah memiliki unsur ujaran kebencian atau tidak. Tidak ada salahnya untuk berpikir ulang dan melihat kembali tulisan Anda sebelum diunggah.

Baca: Dituding Hina Habib Rizieq, Ade Armando Dilaporkan ke Bareskrim

2. Cek Ulang Informasi

Media sosial adalah tempat dimana berbagai jenis informasi dapat ditemukan. Tidak jarang informasi-informasi tersebut adalah informasi palsu atau hoaks yang bertujuan untuk memprovokasi masyarakat. Oleh karena itu, adalah hal yang bijak ketika Anda mengidentifikasi terlebih dahulu informasi tersebut.

Anda bisa melihat sumbernya apakah media tersebut adalah media yang dapat dipercaya atau tidak. Selanjutnya melihat judul dan isinya apakah sesuai atau tidak.

Seringkali media-media seperti itu menggunakan judul yang memancing emosi pembacanya sehingga tanpa membaca isinya pembaca akan menyebarkan informasi tersebut. Anda harus kritis dan jeli dalam menilai informasi-informasi yang beredar di media sosial.

3. Hindari Konten SARA

Jangan pernah Anda mengunggah konten ke media sosial yang didalamnya bermuatan SARA. Misalnya merendahkan suku lain dan memuji suku Anda sendiri, menghina agama lainnya, dan memprovokasi untuk membenci suatu etnis tertentu.

Konten SARA adalah konten yang sangat sensitif dan sangat dekat dengan tindakan ujaran kebencian, salah sedikit saja Anda akan tersangkut tindak pidana ujaran kebencian dan diancam hukuman penjara. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari konten bermuatan SARA dalam unggahan dan komentar Anda di media sosial.

Baca: Polda Jatim Temukan 398 Akun Penyebar Hoaks dan Isu SARA

4. Hormati Orang Lain

Perbedaan adalah yang wajar terjadi antar individu yang satu dengan yang lain. Perbedaan yang terjadi dalam konteks SARA adalah hak masing-masing individu untuk memilihnya. Apapun pilihannya, mereka meyakini bahwa hal tersebut adalah hal yang paling benar walaupun menurut Anda belum tentu benar. Akan lebih bijaksana jika masing-masing individu tidak memaksakan kebenarannya kepada orang lain sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang mengarah pada konflik.

5. Menahan Diri

Jangan mudah terprovokasi hasutan ataupun perkataan orang lain di media sosial. Anda tidak perlu membalas perkataan dan pernyataan tersebut dengan hasutan dan pernyataan yang menghina dan merendahkan.

Menahan diri dan menenangkan diri terlebih dahulu sebelum menjawab atau mengomentari pernyataan tersebut akan memberikan dampak yang berbeda. Pernyataan yang Anda tulis akan menjadi lebih bijaksana tanpa harus merendahkan dan menghina pihak lainnya. RZ

Infografik Tips tak menjadi pelaku ujaran kebencian. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Tips & Trik 5 Tips Agar Tak Menjadi Pelaku Ujaran Kebencian

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu