Ilustrasi travel bodong (Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id)

5 Tips Hindari Jeratan Maut Agen Travel Umrah Bodong

Estimasi Baca:
Sabtu, 3 Feb 2018 09:05:39 WIB

Kriminologi.id - Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia memiliki tingkat permintaan perjalanan umrah yang tinggi. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat jumlah jemaah umrah Indonesia tahun 2017 sebanyak 875.958 orang atau naik 25 persen dari tahun sebelumnya.

Hal ini kemudian dilihat sebagai peluang bisnis dengan menjamurnya biro perjalanan umrah untuk memenuhi animo masyarakat yang tinggi untuk menjalankan ibadah umrah.

Tingginya animo masyarkat Indonesia untuk melakukan ibadah umrah itu membuat bisnis agen travel umrah menjadi sangat potensial dengan potensi keuntungan yang cukup tinggi.

Baca: Sudah Pakai Ihram Gagal Berangkat, Jemaah PT SBL Minta Uang Kembali

Namun demikian, hal ini juga dilihat sebagai peluang bagi banyak orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan dengan cara mendirikan biro umrah abal-abal untuk meraup keuntungan dari menipu para calon jemaah umrah yang mendaftar.

Sudah banyak kasus penipuan yang dilakukan oleh agen travel umrah bodong. Kasus yang sempat menyita perhatian masyarakat adalah kasus penipuan dan penggelapan dana umrah PT First Travel yang terungkap pada pertengahan tahun 2017 lalu. Kasus ini merugikan lebih dari 58 ribu orang calon jemaah umrah, dengan perkiraan total kerugian sebesar Rp 848 miliar.

Kasus lainnya adalah kasus dugaan penipuan biaya pembuatan visa yang dilakukan oleh seorang agen pengurus visa di Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, bernama Haifah Zakaria.

Sebelumnya, agen travel umrah Hannien Tour juga diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta lantaran kasus penipuan calon jemaah umrah, dengan jumlah korban total mencapai 400 orang. Kerugian yang disebabkan kasus ini mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain contoh di atas, masih banyak kasus-kasus penipuan lainnya yang dilakukan oleh agen travel umrah bodong. Berdasarkan penelurusan Kriminologi, dari bebagai kasus yang terungkap, modus yang sering kali digunakan adalah dengan mengiming-imingi para calon jemaah dengan harga yang murah.

Baca: Biro Jasa Haji dan Umroh PT SBL Gelapkan Dana Jemaah Rp 300 Miliar

Selain itu, juga dengan meminta calon jemaah melakukan penambahan uang dengan janji mempercepat pengurusan visa dan keberangkatan mereka. Setelah mendapatkan keuntungan dari dana calon jemaah umrah yang terkumpul, para pelaku agen travel bodong pun kabur begitu saja.

Melihat semakin banyaknya korban dari perilaku nakal para agen travel umrah bodong ini, Kriminologi memiliki beberapa tips agar menghindari Anda menjadi korban penipuan dari agen travel umrah bodong.

1. Jangan Tergiur Harga Murah

Menawarkan harga yang sangat murah atau paket dengan biaya yang kecil sering kali menjadi modus yang digunakan banyak agen travel umrah bodong untuk menjerat para korbannya. Meskipun adanya penawaran harga murah tidak selalu memastikan bahwa agen travel tersebut adalah agen bodong, namun ada baiknya jika kita menaruh sedikit kewaspadaan terhadapnya.

Calon pendaftar harus cermat dan tidak mudah tergiur pada harga murah yang dirasakan tidak rasional. Pada tahun 2014 saja, Kementerian Agama (Kemenag) menginformasikan bahwa untuk melakukan perjalanan umrah umumnya menghabiskan biaya sekitar 1.700 dolar AS.

Kemudian, pada 2018 ini, Kemenag juga menyatakan harga minimum untuk perjalanan umrah sebesar Rp 20 juta. Penetapan harga standar tersebut dilakukan oleh Pemerintah untuk mencegah adanya perang harga di antara agen-agen travel umrah, serta berkaca dari kasus First Travel yang merugikan banyak calon jemaah umrah.

2. Pastikan Agen Travel Terdaftar dan Memiliki Izin Resmi

Sebelum memutuskan untuk mendaftar umrah, pastikan agen travel umrah yang hendak dipilih telah memiliki izin resmi untuk menyelenggarakan perjalanan haji dan umroh. Untuk mengetahui apakah agen travel berizin resmi atau tidak, bisa dilakukan dengan mengeceknya di situs resmi Kemenag.

Dalam situs Kemenag tersebut telah tersedia informasi mengenai daftar penyelenggara umrah yang sudah berizin resmi dan memenuhi standar Kemenag sebagai penyedia jasa travel umrah.

3. Cek Informasi Tentang Agen Travel

Hal lain yang perlu dilakukan oleh calon pendaftar umrah adalah dengan mencari tahu selengkap mungkin mengenai informasi agen travel yang hendak dipilih. Salah satu contohnya adalah informasi mengenai alamat lengkap agen travel.

Dengan begitu, calon pendaftar bisa mengecek langsung apakah alamat agen travel yang hendak dipilih memang sesuai dan bangunan tersebut benar-benar milik agen tersebut, lengkap dengan surat izinnya. Meskipun saat ini sudah bisa melakukan pendaftaran melalui jalur online, namun alangkah baiknya jika juga dilakukan cek ualng di kantor resmi dari agen travel yang akan dipilih.

Baca: Tipu Jemaah Umroh, Agen Pengurus Visa Arab Saudi Dipolisikan

4. Cek Reputasi Tentang Agen Travel

Setelah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai agen travel yang akan dipilih, ada baiknya juga dilakukan pengecekan terkait reputasinya. Agen travel yang resmi biasanya memiliki situs web yang profesional dan juga terdaftar, serta dapat diakses dengan mudah melalui mesin pencarian di internet. Disarankan untuk menghindari agen travel yang hanya memiliki situs web berupa blog gratisan, misalnya seperti blogspot atau wordpress.

Melalui pencarian di internet, lihat review mengenai baik dan buruk dari pelayanan agen travel tersebut. Periksa dengan teliti latar belakang dari agen travel tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sebelumnya agen itu pernah memiliki masalah atau ada jemaah yang dikecewakan.

Selain itu, pencarian reputasi juga bisa dilakukan dengan menanyakan langsung ke orang-orang yang sudah pernah menggunakan jasa agen travel tersebut. Dengan begitu, kita bisa semakin yakin dengan kredibilitas agen travel yang hendak dipilih.

5. Pastikan Agen Travel Memiliki Jadwal Yang Pasti

Banyak ditemukan agen travel umrah yang tidak bisa memberikan informasi jadwal keberangkatan dengan detail. Biasanya hanya berupa perkiraan keberangkatan. Sangat disarankan bagi para calon pendaftar untuk mewaspadai agen travel yang seperti ini karena hal itu menjadi salah satu indikasi bahwa agen tersebut tidak kredibel.

Agen travel yang mempunyai izin resmi pasti mendapat jatah atau kuota VISA untuk setiap tanggal keberangkatan. Oleh karenanya, setiap agen travel tersebut tentu berani membeli dan memesan tiket pesawat pulang dan pergi dengan data informasi yang lengkap, mulai dari jam, tanggal, hingga informasi maskapai yang digunakan. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500