6 Cara Pintar Cegah Diri dari Penipuan Asuransi

Estimasi Baca :

Ilustrasi dugaan penipuan Foto: Consumeaffair.com - Kriminologi.id
Ilustrasi dugaan penipuan Foto: Consumeaffair.com

Kriminologi.id - Susahnya mencairkan dana pertanggungan asuransi bak momok bagi nasabah. Beberapa orang akhirnya malas dan akhirnya meninggalkan begitu saja hak yang harusnya dia dapatkan. Namun tidak begitu bagi Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda yang kemudian membawa masalah ini ke jalur hukum. PT Allianz Life Indonesia akhirnya harus menghadapi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh polisi.

Kedua korban merasa sangat dirugikan karena tidak bisa mencairkan dana pertanggungan yang dijanjikan. Pihak Allianz meminta syarat tambahan berupa rekam medis, sedangkan peraturan menteri kesehatan jelas tidak memperbolehkan rekam medis dikeluarkan karena sifatnya sangat rahasia. Rekam medis hanya bisa dikeluarkan oleh rumah sakit jika menyangkut kesehatan pasien dan tindak medis lanjutan.

Baca: Akal-akalan Perusahaan Asuransi Perdaya Nasabahnya

Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, pada 2014 tercatat jumlah pengaduan mencapai 1.479 dan 46,8 persen dari jumlah itu terkait klaim asuransi. Tingginya masalah klaim asuransi ini harus menjadi pengingat agar lebih berhati-hati memilih asuransi. Seperti yang dilansir oleh laman resmi New York State Government di dfs.ny.gov berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan agar tidak menjadi korban penipuan asuransi.

 

#1. Konsumen Pintar

Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari perusahaan atau agen asuransi. Bertanyalah secara rinci terkait pembayaran premi, dana pertanggungan, proses klaim dan syarat-syaratnya, proses mengalihkan dana pada ahli waris, layanan kesehatan yang tercantum dalam dana pertanggungan asuransi, seberapa besar cakupannya, dan tanyakan jika terjadi bencana alam atau ada syarat yang diajukan perusahaan tapi tidak ada dalam buku polis.

Baca: Kasus Penipuan Nasabah, 2 Eks Bos Allianz Diperiksa Pekan Ini

Tidak usah takut atau malu untuk bertanya, menjadi konsumen yang pintar akan menghindarkan atau memperkecil peluang Anda menjadi korban penipuan asuransi. Informasi produk dan persyaratan yang ada di dalam perjanjian adalah syarat utama untuk diketahui dengan jelas.

 

#2. Bandingkan Antar Produk

Jangan langsung percaya pada satu produk dari satu perusahaan asurasi saja. Cari tahu dan bandingkan dengan produk dari perusahaan asuransi lainnya. Walaupun terlihat keuntungannya yang begitu banyak, berpikirlah apakah semua keuntungan itu akan ada gunanya bagi Anda. Seringkali tidak semua keuntungan asuransi bermanfaat untuk Anda. Pilihlah produk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

Baca: Berstatus Tersangka, Dua Petinggi Allianz Dicekal ke Luar Negeri

Membandingkan satu produk dengan produk lain akan memberikan gambaran yang lebih luas dan beragam. Anda tinggal memilih produk asuransi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.

 

#3. Kenali Agen Asuransi

Biasanya setiap klien asuransi akan ditangani oleh satu agen asuransi. Mulai dari memberikan informasi sampai dengan membantu pencairan klaim dana pertanggungan adalah tanggung jawab agen asuransi. Tidak sedikit agen asuransi yang nakal, mereka akan memaksa Anda hingga membeli produk asuransi.

Baca: Pidanakan Allianz, YLKI: Itu Upaya Terakhir Konsumen

Namun setelah membelinya, agen seperti menghilang dan tidak bertanggung jawab pada kelanjutan dan kejelasan asuransi itu sendiri. Sebab itu kenali agen Anda secara personal. Cari tahu alamat rumahnya dan jika perlu, buat surat perjanjian yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sehingga agen tidak bisa lepas tangan begitu saja.

 

#4. Minta Bukti Pembayaran

Tidak semua premi asuransi dibayarkan melalui bank, ada juga yang dibayarkan melalui agen dan kemudian agen yang akan menyerahkan dana tersebut ke perusahaan. Agen asuransi bisa saja melarikan pembayaran premi Anda untuk kepentingan pribadinya.

Baca: Tetapkan Tersangka, Polisi Duga Allianz Tak Cairkan Klaim Nasabah

Salah satu cara untuk menghindari ini adalah meminta bukti pembayaran dari agen tersebut. Setelah beberapa kali pembayaran premi, sebaiknya pastikan juga status pembayaran Anda secara langsung ke perusahaan asuransi.

 

#5. Miliki Bukti Kesepakatan

Mengantisipasi ada hal-hal yang tidak diberitahukan oleh agen atau oleh perusahaan asuransi, maka Anda harus membaca kesepakatan tersebut sebelum membelinya. Baca baik-baik semua syarat yang tertulis dalam kesepakatan itu agar tidak menyesal nantinya.

Tidak semua salinan bukti kesepakatan atau bukti pembelian produk asuransi akan diberikan pada Anda. Mintalah salinan kesepakatan tersebut sebagai bukti jika di masa depan terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

 

#6. Bayar Sesuai Perjanjian Awal

Seringkali perusahaan asuransi mengenakan biaya tambahan terhadap premi yang harus dibayarkan. Telitilah melihat itu, ada beberapa biaya yang dikenakan pada klien dengan alasan menambah keuntungan yang didapat atau mendapatkan layanan tambahan. Namun, hal itu tidak tertera dalam kesepakatan, jika begitu lebih baik Anda tolak dan minta agen atau perusahaan merujuk pada jumlah biaya premi yang tertera dalam kesepakatan awal. BC

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Tips & Trik 6 Cara Pintar Cegah Diri dari Penipuan Asuransi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu