Ilustrasi mudik membawa bayi. Foto: Pixabay.com

6 Tips Aman Mudik Membawa Balita

Estimasi Baca:
Minggu, 10 Jun 2018 18:10:44 WIB

Kriminologi.id - Mudik ke kampung halaman sudah menjadi budaya bagi orang-orang yang pergi merantau dan bekerja di kota besar. Suasana merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga menjadi tujuan perjalanan mudik.

Melakukan perjalanan mudik dengan membawa balita memang tidak semudah perjalanan pada umumnya. Jarak yang jauh dan waktu tempuh yang lama menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi pemudik, khususnya balita. Keadaan tersebut dapat mengancam kondisi balita yang masih rentan dan bahkan ada beberapa kasus bayi yang meninggal saat mudik.

Contohnya, seorang balita yang meninggal di perjalanan mudik tahun 2015. Balita tersebut melakukan perjalanan mudik dengan kedua orang tuanya dengan mengendarai sepeda motor dan baru diketahui sudah meninggal dunia saat berhenti di daerah Brebes, Jawa Tengah. Meninggalnya balita tersebut disebabkan karena kelelahan dan kekuarangan oksigen.

Pada tahun 2016, kejadian ini terulang dengan meninggalnya Azizah yang masih berumur 1,4 tahun di daerah Brebes, Jawa Tengah. Saat itu memang di daerah Brebes terjadi kemacetan luar biasa yang disebut dengan fenomena Brexit. Azizah meninggal dunia karena terlalu lama menghirup Air Conditioner (AC).

Peristiwa terakhir terjadi di tahun 2017, seorang balita bernama Ika meninggal dilindas truk kontainer di daerah Brebes. Keluarga Ika melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju Tegal. Sepeda motor yang dikendarai oleh keluarga Ika mengalami kecelakaan dan bayi tersebut terlepas dari dekapan sang ibu sehingga terlindas truk tronton.

Beberapa peristiwa tersebut menunjukkan bahwa mudik dengan membawa bayi memang dapat membahayakan bagi kondisi si bayi. Oleh karena itu, Kriminologi.id merangkum tips berikut dari berbagai sumber agar perjalanan mudik Anda dengan si buah hati tetap aman dan nyaman.

1. Hindari Penggunaan Sepeda Motor

Mudik menggunakan sepeda motor sangat berbahaya bagi si bayi. Asap kendaraan yang begitu berbahaya dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi balita Anda. Selain itu, jika Anda melakukan perjalanan di malam hari maka udara malam yang terlalu dingin juga dapat mengancam kesehatan si balita. Begitu juga jika melakukan perjalanan di siang hari, kondisi yang begitu panas dapat menyebabkan balita mengalami dehidrasi tanpa disadari oleh kedua orang tuanya.

Jika memiliki rencana melakukan perjalanan mudik dengan membawa balita maka sebaiknya menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum. Ini pilihan yang lebih baik sebab balita tidak akan terpapar langsung dengan asap kendaraan dan kondisi lingkungan. Jika memilih memilih menggunakan kendaraan umum maka pilihlah yang bebas asap rokok, sebab asap rokok juga sangat berbahaya bagi anak.

2. Maksimal Berkendara Selama 4 Jam

Terdapat beberapa kasus balita meninggal dunia akibat keracunan udara yang keluar dari Air Conditioner (AC). Seperti Ika yang meninggal setelah 6 jam berkendara dengan menggunakan mobil pribadi. Akan lebih baik jika setiap 4 jam Anda beristirahat dan membawa anak Anda keluar dari mobil dan menghirup udara di luar.

Jika tidak memungkinkan untuk keluar kendaraan, Anda bisa menyediakan oksigen portable yang ringan dan mudah dibawa-bawa untuk balita Anda. Perlu diingat bahwa balita tidak dapat dibandingkan dengan orang dewasa sebab segala fungsi organ tubuhnya masih sangat rentan.

3. Persiapkan Kotak Pertolongan Pertama

Anda dapat mempersiapkan dan memperkirakan masalah kesehatan apa saja yang bisa Anda alami selama melakukan perjalanan mudik. Seperti yang dilansir dari babycare.uk ada beberapa barang yang perlu dibawa seperti termometer, obat pereda demam khusus balita, antiseptik oles, plester elastis, semprotan anti serangga, oralit, losion untuk gatal-gatal, dan obat-obatan pribadi.

Selain itu, bepergian dengan membawa balita memiliki resiko yang besar sehingga perlu dibuat daftar rumah sakit ataupun puskesmas terdekat di jalur mudik yang Anda lalui. Sehingga ketika terjadi sesuatu di perjalanan, Anda sudah mengetahui fasilitas kesehatan terdekat dengan posisi Anda saat itu.

4. Gunakan Kasur Lipat ataupun Car Seat

Penggunaan car seat dan kasur lipat selama melakukan perjalanan mudik dengan membawa balita akan memberikan kenyamanan bagi anak Anda. Keinginannya untuk bergerak dan bermain dapat terpenuhi sehingga dia tidak akan merasa bosan selama berada di dalam mobil.

Untuk usia balita yang masih sangat kecil harus selalu didampingi oleh salah satu anggota keluarganya walaupun sudah diletakkan di dalam car seat ataupun sedang tidur di atas kasur lipat.

5. Bawa Makanan dan Mainan Favoritnya

Jika balita Anda sudah diperbolehkan makan-makanan padat maka ada baiknya Anda menyiapkan bekal makanan-makanan favoritnya untuk dimakan selama di perjalanan. Sedangkan untuk blita yang belum diperbolehkan makan makanan padat dan hanya minum ASI saja maka yang bisa dilakukan adalah membawa mainan favoritnya.

6. Bawa Perlengkapan Standar

Bawa perlengkapan standar seperti persediaan popok bersih yang cukup, sehingga Anda tidak akan kehabisan popok di tengah-tengah perjalanan mudik Anda. Kemudian membawa tissu basah dan tissu kering untuk membersihkan balita Anda dari noda-noda ataupun membersihkannya setelah buang air besar.

Jika anak Anda meminum susu formula maka siapkan susu bubuk dalam tempat tersendiri dan bawalah air panas di dalam termos. Sehingga ketika anak Anda ingin meminum susu, Anda bisa membuatkannya selama di perjalanan.

Melakukan perjalanan dengan membawa balita memang tidak mudah, sebab anak balita masih belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya sehingga kita tidak mengetahui apakah diamnya balita karena merasakan kesakitan ataupun karena kelelahan. Sehingga orang tua harus berulang kali melakukan pengecekan terhadap anak balitanya ketika melakukan perjalanan.

KOMENTAR
500/500