Rilis kasus perampokan di angkot Jakarta utara berujung maut. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

6 Tips Aman Terhindar Kejahatan di Angkot

Estimasi Baca:
Minggu, 1 Jul 2018 19:05:49 WIB

Kriminologi.id - Seorang bernama Asih tewas karena meloncat dari angkot pada 23 Juni 2018. Asih terpaksa meloncat keluar angkutan kota atau angkot karena ditodong oleh dua orang tidak dikenal. Kepala Asih terbentur aspal jalanan saat meloncat ke luar dari angkot yang sedang melaju. Luka di kepala itulah yang menyebabkan meninggal.

Menggunakan transportasi umum seperti angkot membawa resiko tersendiri bagi para penumpangnya, khususnya bagi perempuan. Banyak kejahatan yang terjadi di dalam angkot seperti penodongan, pencurian, dan bahkan pemerkosaan. Kriminologi.id merangkum sejumlah tips dari berbagai sumber agar tetap aman ketika naik angkot.

1. Perhatikan Penumpang

Pertama kali yang harus dilakukan adalah memperhatikan penumpang. Jika Anda seorang perempuan dan penumpang di dalam angkot semuanya laki-laki maka lebih baik Anda membatalkan untuk menaiki angkot tersebut. Akan tetapi jika Anda bersama seorang atau dua orang teman maka hal tersebut tidak akan masalah.

Supir angkot seringkali berkomplot dengan pelaku kejahatan, sehingga saat menaiki angkot perhatikan gerak-gerik mereka. Jika memang mencurigakan maka sebaiknya Anda meminta berhenti di tempat yang terang dan ramai.

2. Pilih Tempat Duduk

Pilihlah tempat duduk di belakang supir, ini merupakan tempat yang dianggap paling aman bagi para penumpang. Jika terjadi kejahatan dimana supir angkot berkomplot dengan pelaku kejahatan dan Anda tidak bisa melarikan diri maka Anda bisa balik mengancam supir.

Selanjutnya Anda bisa meminta berganti ataupun secara sembunyi-sembunyi menelepon 122 untuk meminta bantuan. Selain itu, Anda bisa memaksa supir untuk menghentikan kendaraannya di daerah ramai dan banyak orang sehingga Anda dapat segera mendapatkan pertolongan.

Jika Anda duduk di kursi dekat pintu keluar, jangan sekali-kali meloncat ketika kendaraan sedang melaju kencang. Anda bisa berusaha meloncat ketika angkot sedang berhenti. Walaupun bergerak dengan perlahan, sebenarnya itu masih tetap membahayakan diri karena Anda tidak dapat mengontrol arah Anda jatuh.

3. Jangan Tidur

Tidur dapat menurunkan daya konsentrasi dan kewaspadaan diri Anda sehingga memudahkan para pelaku kejahatan melakukan aksinya. Sebisa mungkin jagalah diri Anda tetap terjaga walaupun penumpang di dalam angkot dalam keadaan yang ramai.

Kita tidak pernah mengetahui mana orang-orang yang memiliki niatan jahat, bisa saja orang tersebut berada disamping Anda. Oleh karena itu, Anda harus tetap terjaga dan waspada terhadap sekeliling.

4. Ikuti Naluri

Walaupun tidak dapat dijelaskan, naluri terkadang memberikan pertanda atau perasaan tidak enak tentan gsuatu hal. Jika naluri Anda mengatakan untuk tidak menaiki angkot tersebut maka lebih baik Anda menuruti naluri tersebut. Lebih baik Anda menunggu angkot selanjutnya.

Begitu juga ketika sedang berada di dalam angkot, jika naluri Anda memberikan perasaan yang tidak enak maka lebih baik Anda turun di tempat yang memiliki pencahayaan cukup dan banyak lalu lalang orang.

5. Jangan Panik

Jaga diri Anda agar tetap tenang, kepanikan hanya menyebabkan Anda tidak bisa berpikir jernih. Banyak kesempatan yang tidak dapat Anda pikirkan ketika sedang panik.

Ketika berada di situasi yang memojokkan Anda, coba tarik napas dalam-dalam dan upayakan tetap tenang sembari memikirkan jalan keluar. Ada beberapa kasus dimana korban berhasil kabur dari para pelaku kejahatan karena berpura-pura sakit ataupun berhasil meminta pertolongan kepada yang orang lain.

6. Sadari Kemampuan

Jika memang ternyata benar-benar dalam kondisi terpojok maka lebih baik serahkan harta Anda kepada para pelaku kejahatan. Sayangi nyawa Anda lebih daripada harta Anda. Sebab harta dalam bentuk apapun dapat dicari lagi, sedangkan nyawa Anda tidak.

Anda bisa melakukan tawar menawar kepada para pelaku kejahatan bahwa Anda akan memberikan seluruh harta Anda saat itu jika mereka mau membebaskan Anda.

	Infografik Tips Aman Naik Angkot. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500