Pixabay.com

7 Cara Aman Naik Transportasi Online

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Okt 2017 07:10:12 WIB

Kriminologi.id - Masyarakat perkotaan, terutama di kota besar, kini tidak lagi asing dengan transportasi online. Ada beberapa penyedia layanan transportasi online yang akrab di telinga seperti Grab, GoJek, dan Uber. Segala kemudahan yang ditawarkan transportasi online ini menjadikan layanan online cepat naik daun dan menjadi favorit masyarakat.

Sayangnya, segala kemudahan yang ditawarkan oleh layanan itu ternyata juga memunculkan potensi terjadinya kejahatan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Makassar. Seorang perempuan hampir saja menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh pengemudi taksi online pada Senin, 9 Oktober 2017.

Baca: Sopir Ojek Online Nekat Perkosa ABG

Sebelumnya, seorang siswi SMA menjadi korban pemerkosaan pengemudi ojek online di daerah Jakarta Timur. Seperti yang dilansir dalam AJC.com ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari tindakan pelecehan seksual dan bahkan pemerkosaan oleh pengemudi transportasi online.

 

#1. Sesuaikan Nama Pengemudi

Sebelum naik kendaraan, tanyakan nama pengemudi Anda dan sesuaikanlah dengan nama yang tertera di aplikasi. Jika nama berbeda dari aplikasi yang Anda punya, maka lebih baik menunggu pengemudi datang atau batalkan perjalanan Anda dengan pengemudi tersebut. Pesan ulang melalui aplikasi kembali.

Baca: Kiat Aman Belanja Online

 

#2. Cek Rating Pengemudi

Coba cek rating pengemudi Anda. Biasanya semakin tinggi rating maka semakin baik pula pelayanan terhadap penumpangnya. Tetapi wapadai pengemudi dengan rating 5.0, ini menunjukkan bahwa pengemudi Anda adalah pengemudi baru. Tingkatkan kewaspadaan Anda jika berkendara dengan pengemudi baru.

 

#3. Bagikan Informasi Perjalanan

Saat ini, penyedia layanan transportasi online semacam Grab dan Uber memiliki fitur sharing yang dapat membagikan detail perjalanan Anda termasuk nama pengemudi, nomor kendaraan, dan nomor ponsel pengemudi kepada keluarga atau teman. Jangan ragu untuk membagikan perjalanan Anda dengan teman, kerabat atau keluarga.

 

#4. Hindari Duduk Samping Pengemudi

Khusus untuk perempuan, duduk disamping pengemudi dapat meningkatkan potensi Anda menjadi korban. Posisi tersebut memungkinkan pengemudi menjangkau Anda dengan cepat. Oleh karena itu, duduk di kursi belakang pengemudi menjadi ddaerah yang lebih aman dibandingkan disamping pengemudi.

 

#5. Pantau Perjalanan Melalu Peta

Jika tidak familiar dengan wilayah yang dilewati bukalah aplikasi maps atau peta yang disediakan mesin pencari Google dan terus pantau pergerakan kendaraan Anda. Jika pengemudi mengarahkan kendaraan ke tujuan lain, segera beritahukan teman, kerabat, atau keluarga tentang kecurigaan Anda. Kemudian mintalah pengemudi untuk kembali ke jalan yang benar, jika dia menolak, Anda berhak minta berhenti saat itu juga.

 

#6. Pergi Berkelompok

Walaupun ini tidak dapat dilakukan setiap saat, jika memungkinkan pergilah secara berkelompok. Bersama-sama dengan teman atau keluarga akan menjadikan pengemudi berpikir ulang untuk melakukan kejahatan.

 

#7. Percaya Insting

Percaya insting Anda. Jika merasa tidak nyaman dan khawatir ketika berkendara dengan pengemudi tersebut, lebih baik Anda berhenti dan berganti kendaraan. Gunakan berbagai alasan yang dapat menyelamatkan Anda, misalnya barang tertinggal. Tetap bayar biaya layanan sehingga pengemudi tidak memiliki alasan tetap menunggu Anda.

Reporter: Orisa Shinta Haryani
Redaktur: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500