Ilustrasi pencabulan anak, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Anak Korban Kekerasan Seksual, Kenali Tanda-Tandanya

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Okt 2017 06:05:17 WIB

Kriminologi.id -
Pencabulan yang terjadi di Duren Sawit, Jakarta Timur, sempat membuat masyarakat geram dan akhirnya berbondong-bondong menggeruduk rumah pelaku. Masyarakat geram karena ternyata pelaku telah mencabuli tiga korban yang semuanya masih anak-anak. 

Pencabulan terhadap anak-anak tidak hanya terjadi sesekali, menurut penelusuran Kriminologi sebelumnya tercatat 52 anak menjadi korban pencabulan selama Agustus hingga Oktober 2017. Angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kekerasan seksual di Indonesia.

Baca: Selama Dua Bulan, 52 Anak Dicabuli Termasuk Kasus Duren Sawit

Selaras dengan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) setidaknya tercatat 218 kasus kekerasan seksual selama 2016. Sedangkan sejak Januari hingga September 2017 tercatat 116 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Angka ini sejatinya belum menunjukkan angka pasti terkait jumlah kekerasan seksual di Indonesia. Ssering kali kekerasan seksual tidak terungkap karena korban lebih memilih diam. 

Biasanya kasus pencabulan terungkap karena korban mengeluh sakit pada kemaluan atau duburnya. Selain tanda-tanda fisik, biasanya korban kekerasan seksual mengalami perubahan perilaku. Seperti yang dilansir situs National Sex Offenders Public Website milik Departemen Kehakiman Amerika Serikat terdapat tanda-tanda anak-anak korban kekerasan seksual.

 

#1. Mimpi Buruk

Anak sering kali terbangun pada waktu-waktu yang tak wajar dengan keluhan mimpi buruk. Anak juga tidak menceritakan tentang mimpi buruknya tersebut. Anda patut khawatir ketika kejadian anak bermimpi buruk ini semakin sering terjadi.

Baca: Kekerasan Seksual Jumlah Tertinggi dalam Kasus Kriminal Anak

#2. Ketakutan Tanpa Alasan

Anak-anak sering menunjukkan rasa takut yang tidak beralasan misalnya pada penjual keliling ataupun pada orang-orang tertentu. Anda patut curiga jika anak tiba-tiba perilakunya berubah menjadi lebih mudah ketakutan.

#3. Nafsu Makan Berbeda

Nafsu makan anak tidak hanya berubah menjadi menurun atau malas makan. Perubahan nafsu makan dimana anak tiba-tiba nafsu makannya berubah menjadi lebih besar dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

#4. Moody

Kondisi mood anak yang berubah-ubah dengan cepat juga menjadi tanda anak sedang bermasalah. Tiba-tiba anak menjadi begitu agresif, temperamen, dan menggunakan kekerasan terhadap teman bermainnya maka Anda juga patut curiga. 

#5. Teman Baru

Anak biasanya suka menceritakan teman-teman bermainnya. Ketika ada nama teman yang tidak biasa disebut maka sebaiknya Anda menanyakannya lebih mendetail. Bertanyalah tentang siapa teman barunya di mana bertemu, apa yang anak Anda lakukan dengan orang itu. Jika teman baru si anak adalah orang dewasa maka Anda patut curiga.

#6. Mainan Baru

Anak tiba-tiba memiliki mainan baru atau memiliki uang membeli makanan atau es krim. Anda harus menanyakan dari mana asal mainan atau uang tersebut. Modus kekerasan seksual dilakukan dengan iming-iming korbannya dengan mainan atau uang. Sehingga Anda patut menduga anak mendapat imbalan atas suatu hal. Sebab itu Anda harus mencurigai apa yang dilakukan si anak.

#7. Menjadi Tertutup

Anak yang biasanya ceria dan suka bermain tiba-tiba menjadi tertutup dan jarang bicara. Selain itu, anak juga jarang sekali keluar rumah untuk bermain dengan temannya. Dekati anak Anda dan tanyakan apa yang terjadi. Anda patut mencurigai bahwa anak mendapatkan perlakuan buruk atau bahkan menjadi korban kekerasan seksual.

#8. Mengerti Masalah Seksual

Hal yang patut dicurigai selanjutnya ketika anak mengerti informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah seksual. Tidak jarang juga anak tiba-tiba memiliki banyak pertanyaan terkait masalah seksual. Anda patut curiga karena bisa saja anak mendapatkan informasi dari orang dewasa lainnya.

Baca: Studi: Anak Korban Kekerasan Seksual Butuh Psikiater Saat Remaja

Setiap anak yang memperlihatkan tanda-tanda ini bukan selalu berarti telah mengalami kekerasan seksual dan menjadi korban predator anak, namun tidak ada salahnya tanda-tanda ini menjadi pijakan utama Anda untuk menjadi peka dan mulai bertanya untuk membantu mereka. BC

KOMENTAR
500/500