Ilustrasi mayat bayi di TPA Benowo, Surabaya, Foto: Pixabay

Baca Ini Sebelum Terbuai Janji Mafia Perdagangan Orang

Estimasi Baca:
Jumat, 29 Sep 2017 11:11:03 WIB

Kriminologi.id - Berita Aniaty yang menggadaikan bayinya berusia tujuh bulan mengejutkan publik sejak sepekan terakhir. Perempuan 38 tahun itu mengaku terpaksa menggadaikan anaknya Rp 2 juta pada 28 Agustus 2017 lantaran terbelit utang.

Ketika Aniaty hendak mengambil kembali anaknya, pemberi pinjaman menolak mengembalikan karena menganggap anak itu telah mereka beli. Aniaty tidak terima dan berusaha untuk mendapatkan kembali anaknya.

Baca: Aniaty Gadaikan Anaknya Rp 2 Juta, Begini Peran Tiga Calo

Meski kini Aniaty sudah mendapatkan anaknya kembali, tanpa disadari ulah Aniaty dan suaminya termasuk kategori human trafficking atau perdagangan orang. Perdagangan orang memiliki ancaman pidana dan termasuk tindak kejahatan.

Seperti yang dilansir dari laporan Solidarity Center berjudul Trafficking of Women and Children in Indonesia pada 2016, terdapat 2,3 sampai 3.7 juta perempuan dan anak-anak yang rentan dan berpotensi menjadi korban perdagangan orang.

Baca: Sesal Aniaty, Gadai Bayi Berujung Rindu

Sebab itulah setiap orang bertanggung jawab ikut mencegah perdagangan orang di Indonesia. Menurut Jamaican Ministry of Justice dalam laman resminya moj.gov.jm ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah kejahatan ini.

 

#1. Jangan Percaya Iklan Lowongan Kerja Muluk-muluk

Waspadai peluang kerja yang terlalu bagus menjadi kenyataan. Istilahnya it’s too good to be true. Misalnya saja peluang mendapatkan upah yang sangat tinggi sedangkan pekerjaannya begitu mudah. Adanya janji segala kebutuhan dijamin oleh agen penyalur. Biasanya janji manis ini ditawarkan sindikat perdagangan orang pada calon korbannya.

 

#2. Setiap Pekerjaan Butuh Kemampuan dan Keterampilan

Tanyakan ke diri Anda apakah ada pekerjaan yang benar-benar tidak membutuhkan kemampuan dan keterampilan apapun. Biasanya penjahat perdagangan orang mengincar kelompok masyarakat kelas bawah dan meyakinkan mereka bahwa pekerjaan yang ditawarkan tidak membutuhkan keterampilan dan kemampuan apapun. Ini hal yang tidak mungkin karena hampir semua pekerjaan dengan upah tinggi membutuhkan kualifikasi keterampilan dan kemampuan tertentu.

 

#3. Dapatkan Informasi Sejelas-Jelasnya

Bertanyalah sebanyak-banyaknya kepada rekan atau kerabat Anda sebelum memutuskan untuk ikut bergabung dalam pekerjaan yang ditawarkan. Umpamanya saja tentang pekerjaan apa yang akan Anda lakukan dan detailnya. Jika memang pekerjaan tersebut ada di luar negeri bagaimana prosedur pemberangkatannya? Bagaimana pengurusan surat-suratnya?

Baca: Gaya Pelacuran Terselubung, Tawarkan SPG hingga Vila

Jika pada proses pengurusan surat atau pemberangkatan, agen akan menyuruh Anda berbohong kepada pihak berwenang dengan alasan agar lebih cepat atau lebih mudah, maka sudah dapat dipastikan ada yang tidak beres dengan tawaran pekeraan tersebut. Segera pergi dan tinggalkan agen atau tempat Anda menginap secepatnya dan minta bantuan pada polisi untuk melindungi Anda.

 

#4. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Sadarilah dan perhatikan sekitar Anda. Jika Anda tidak menjadi incaran jaringan atau mafia perdagangan orang, coba perhatikan lingkungan sekitar Anda. Apakah ada orang yang tampaknya tertipu, terjebak, jarang ke luar rumah untuk bersosialisasi, dan terlihat ketakutan juga tidak bisa bergerak bebas maka Anda patut curiga. Kemungkinan besar itu adalah salah satu tanda modus perdagangan orang.

Baca: Kata Bos Nikahsirri.com Soal Tuduhan Pelacuran Terselubung

Selain itu, Anda patut curiga jika ada rumah atau bangunan di mana banyak perempuan yang berkumpul tetapi jarang terlihat ke luar rumah. Bisa saja rumah atau bangunan tersebut adalah tempat untuk menampung korban perdagangan perempuan sebelum diberangkatkan ke tempat tujuan masing-masing. BC

KOMENTAR
500/500