Ilustrasi: Lansia (Pixabay.com)

Cegah Depresi di Hari Tua, Simak Tips Ini

Estimasi Baca:
Minggu, 19 Nov 2017 08:05:47 WIB

Kriminologi.id - Bunuh diri yang dilakukan Ninawati dengan cara terjun bebas dari lantai 38 Apartemen Callia Jakarta Timur pada Kamis 16 November 2017 lalu disebut karena perempuan ibu rumah tangga yang telah memiliki cucu itu tak kuat menahan depresi yang menghinggapi dirinya.

Menurut sebuah laporan Journal of American Geriatrics Society, depresi adalah salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup orang-orang yang sudah lanjut usia. Sekitar seperempat orang berusia 60 tahun atau lebih menderita depresi. Dua puluh persen kasus bunuh diri di Amerika bahkan dilakukan oleh mereka yang disebut lansia.

Mengapa mereka yang lansia mengalami depresi? Pakar medis Ravi Kevorkian menyebutnya sebagai 5 D: disability, decline, diminished quality of life, demand on cavergies, dan dementia.

Infografik: Cara Terbaik Cegah Depresi di Hari Tua. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Untuk melawan depresi pada masa tua agar terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan, Kevorkhian mengembangkan 7 strategi melawan 5 D tersebut. 

Baca: Depresi Alasan Nina Terjun dari Lantai 38 Apartemen Callia


1. Pisahkan sakit dari depresi

Depresi pada lanjut usia lebih sulit diidentifikasi dibanding depresi yang dialami orang muda karena pada umumnya melibatkan penyakit yang dialami. Sebagai contoh misalnya penyakit parkinson yang secara langsung berefek pada otak dan bisa memperburuk gejala depresi. Riset menunjukkan 25 persen pasien kanker mengalami depresi, 50 persen penderita stroke juga demikian. Karena itu penting untuk memisakan sakit dengan depresi. 

Direktur program klinis di John Hopkins, Karen Swartz berpendapat bahwa pasien kronis dengan depresi cenderung lebih fokus pada penyakit fisik, karena itu cenderung menunda dan menghalangi pemulihan penuh dari gangguan kejiwaan. Saran Karen, "perlakukan depresi dan penyakit kronis secara bersamaan. Tetapkan pengobatan yang terbaik untuk keduanya."


2. Perhatikan minuman

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba sangat umum terjadi di kalangan lanjut usia atau berusia di atas 60 tahun. Sangat tidak biasa bagi orang yang lanjut usia mengobati diri dengan alkohol dan obat-obatan sebagai cara untuk mengatasi kesepian mereka. Tapi menyalahkan mereka juga bukan hal baik.

Untuk satu hal, alkohol adalah depresi yang akan membuat seorang lanjut usia  semakin tertekan. Alkohol juga dapat mengganggu efek obat yang dikonsumsi penderita penyakti diabetes, jantung dan kondisi lainnya yang umum di kalangan lansia. Dan pada akhirnya alkohol meningkatkan risiko bunuh diri, terutama pada pria lanjut usia.

Baca: Tips Aman Bagi Perempuan Saat Bepergian


3. Cobalah Tai Chi

Keadaan disabilitas atau cacat fisik dan berkurangnya kualitas hidup adalah dua dari lima gejala depresi pada lanjut usia dan biasanya lansia akan secara cerdas berinvestasi di asuransi untuk mencegah jatuh. Rasa takut jatuh adalah wajar di antara lansia karena sekitar 33 persen orang Amerika berusia 65 tahun lebih setidaknya mengalami jatuh setahun sekali.

Karena itu cobalah mengikuti program Tai Chi, sebuah seni bela diri yang mengajarkan kelincahan, lamban, sadar gerak, dan koordinasi antara tubuh dan pikiran. Tai Chi telah terbukti mencegah jatuh di kalungan lansia karena membangun keseimbangan, kekuatan inti, dan kepercayaan diri.


4. Tangani insomnia

Sebuah fakta menarik ditulis David N, Neubauer dalam bukunya "Understanding Sleeplesness: Perspectivves on Insomnia". Menurutnya, seiring bertambahnya usia, seseorang biasanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk tidur. Akibatnya mereka yang lanjut usia sering mengalami tidur terfragmentasi, lebih sering bangun pada malam hari dan pagi-pagi sekali. Sementara banyak orang tua mengembangkan kebiasaan tidur yang buruk telah menjadi masalah.

Neubauer melaporkan 80 persen orang yang mengalami depresi mengalami ketidaknyamanan tidur, dan semakin tertekannya seseorang, semakin besar kemungkinan dia akan mengalami masalah tidur. Jadi, menurutnya, benar-benar penting untuk merawat depresi pada orang tua dengan mengatasi masalah tidur dan berlatih kebersihan dalam tidur: seperti tidur pada waktu yang sama tiap malam, bangun pada waktu yang sama di pagi hari, dan mengurangi konsumsi kafein.


5. Bedakan kesedihan karena depresi

Profesor Psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Kay Redfield Jamison membedakan kesedihan dan depresi dengan cara ini: "Kesedihan biasanya muncul dalam gelombang, dengan tingkat intensitas dan tangisan yang berbeda-beda. Seseorang yang mengalami kesedihan bagaimanapun dapat menikmati beberapa aktivitas kehidupan. Kesedihan umumnya terbatas waktu dan diselesaikan dengan sendirinya. Sementara depresi adalah kesedihan yang lebih lama dan tak henti-hentinya."

Dengan kata lain, orang yang depresi tidak dapat menikmati aktivitas kehidupan, hanya menghabiskan hidup. Dia mungkin juga mulai menyalahgunakan alkohol atau obat lain, mengalami kesulitan makan (atau terlalu banyak makan), dan menderita gangguan tidur.

Baca: Bapak Ibu, Ini Tips Aman Jika Hidup Sendiri


6. Bawa foto

Ini adalah cara mudah bagi orang tua untuk menyangga diri dari depresi: bawalah foto orang yang dicintai atau teman di dompet. Sebuah studi baru oleh para psikolog di UCLA menemukan bahwa dengan hanya melihat foto orang penting mereka, sekelompok wanita melaporkan sedikit rasa sakit pada rangsangan panas pada lengan bawah mereka daripada ketika mereka melihat gambar benda atau orang asing.

Salah seorang penulisnya, Naomi Eisenberger mengatakan, "pengingat seseorang melalui foto sederhana mampu mengurangi rasa sakit. Studi ini sesuai dengan pekerjaan lain yang menekankan pentingnya dukungan sosial untuk kesehatan fisik dan mental. "  


7. Cari teman baru

Bahkan lebih baik dari sekadar foto adalah orang yang sebenarnya. Penelitian yang tak terhitung jumlahnya telah menunjukkan bahwa orang-orang dengan jaringan sosial yang kuat lebih tahan terhadap depresi dan kecemasan, terutama di usia lanjut. Dan karena kehilangan teman dan keluarga adalah bagian yang semakin tua, sangat penting bagi lansia untuk berusaha bertemu orang baru. Misalnya mencoba ikut sebuah klub buku, mengikuti kelas malam, dan terhubung dengan asosiasi alumni. 

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500