Ilustrasi Operai Polisi, Ilustrasi: pixabay.com

Daftar Denda Tilang Pelanggar Lalin Operasi Zebra

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Nov 2017 06:10:13 WIB

Kriminologi.id - Operasi Zebra oleh Korlantas Polri digelar serentak di seluruh kota di Indonesia. Operasi ini dilaksanakan sejak 1 November 2017 hingga 14 November 2017. Operasi tersebut memang berfokus pada penegakan hukum dan tindakan tegas berupa tilang di tempat bagi para pelanggarnya.

Operasi Zebra dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap tata tertib berkendara. Secara khusus, operasi zebra memang menyasar para pengendara kendaraan pribadi. Pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara akan dilakukan penilangan saat itu juga.

Baca: Operasi Zebra, Pengendara Motor Tertangkap Bawa Sabu-sabu

Pelanggaran-pelanggaran yang dimaksud seperti tercantum dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Bab XX dalam undang-undang itu disebutkan ketentuan pidana bagi setiap pelanggar kendaraan bermotor. Seperti yang tertera dalam pasal 273 hingga pasal 319 undang-undang tersebut, berikut ini denda yang harus dibayar untuk setiap pelanggar;

Infografik Daftar Denda Operasi Zebra 2017. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Denda Rp 100 ribu

  • Tidak menyalakan lampu utama di siang hari khusus untuk pengendara sepeda motor

Denda Rp 250 ribu

  • Kaca spion tidak lengkap, lampu utama dan lampu rem tidak ada untuk pengendara sepeda
  • Berhenti dan parkir di daerah yang dilarang dengan rambu lalu lintas
  • Tidak mengenakan sabuk pengaman (seat belt) pada pengendara mobil
  • Tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI)  bagi pengendara dan penumpang sepeda motor
  • Memodifikasi sepeda motor dengan kereta samping untuk lebih dari 1 penumpang
  • Tidak menyalakan lampu utama di malam hari bagi pengendara Sepeda Motor dan Mobil
  • Tidak memberi tanda lampu saat berbelok atau berbalik arah bagi Sepeda Motor dan Mobil

Baca: Operasi Zebra, Zikriansyah Kepergok Buang Obat Penenang

Denda Rp 500 ribu

  • Tidak ada plat nomor kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil
  • Mengambil jalur pejalan kaki (naik trotoar)
  • Spion, lampu utaman dan lampu mundur, bumper tidak lengkap untuk pengendara mobil
  • Mobil gandeng yang tidak berizin
  • Melanggar marka jalan
  • Masuk jalur Trans Jakarta atau melanggar rambu larangan bagi kendaraan tertentu melintas
  • Mengebut dan melanggar batas kecepatan maksimum
  • Tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
  • Tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM)

Denda Rp 1 juta

  • Pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM)

Baca: Operasi Zebra Makan Korban Jiwa, Polisi Aniaya Pengendara

Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan masalah tilang. Cara pertama adalah dengan meminta surat tilang berwarna merah untuk melakukan sidang di pengadilan. Cara ini ditempuh jika pelanggar hendak membela diri di pengadilan.

Sedangkan cara kedua adalah dengan meminta surat tilang berwarna biru. Ini artinya pelanggar mengakui kesalahannya dan bersedia membayarkan denda yang tertera di surat tilang. Pelanggar dapat membayar denda tilang tersebut dengan cara mentransfer di Bank Rakyat Indonesia, kemudian membawa surat tilang dan bukti pembayaran ke Polres tempat dilakukan penilangan untuk mengambil berkas yang ditahan.

KOMENTAR
500/500