Jika Rampok Satroni Rumah Anda, Ini yang Harus Dilakukan

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi perampokan Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Kasus perampokan dengan kekerasan sedang marak terjadi. Seperti yang menimpa pasangan suami-istri pengusaha garmen, Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur pada Minggu 10 September 2017. 

Rumah mereka di jalan Pengairan No.21 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat digasak perampok malam hari. Harta benda mereka dikuras. Tak hanya itu, nyawa mereka pun dihabisi pelaku yang kemudian diketahui adalah orang dekat.  

Masih di hari yang sama, kasus perampokan menimpa Deni Rono, warga Perumahan TNI AU Waringin Permai, Cipinang Melayu, Jakarta Timur yang memergoki perampok sedang mengacak-acak rumahnya. 

Deni Rono yang memiliki keahlian bela diri memilih berkelahi dengan para perampok. Walaupun para perampok menggunakan senjata tajam, Deni berhasil menewaskan dua perampok itu dalam perkelahian yang sengit. 

Lalu bagaimana jika kita berada dalam situasi yang sama namun tidak memiliki keahlian bela diri?  Ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan ketika ada pelaku perampokan masuk ke rumah Anda.

Tetap Tenang

Hal paling penting untuk dilakukan adalah menenangkan diri. Ketika merasa ada orang-orang yang membobol rumah Anda, upayakan tetap tenang dan jangan panik. Tarik napas dalam-dalam dan cobalah berpikir langkah selanjutnya. Pada kondisi ini, jangan menyalakan lampu ataupun membunyikan barang apapun yang dapat memancing kecurigaan pelaku. Ini penting agar pelaku tidak langsung menuju ke tempat Anda berada.

Amankan Diri
Carilah tempat aman untuk bersembunyi dan menunggu. Bisa saja di dalam kamar Anda, tetapi upayakan akses terhadap kamar tersebut ditutup. Misalnya pintu kamar dikunci dan dihalangi dengan benda berat seperti lemari. Demikian juga dengan jendela, khususnya jendela kaca. Bahan kaca mudah sekali dipecahkan pelaku, oleh karena itu Anda harus menutupnya dengan barang-barang yang akan menyulitkan akses pelaku misalnya ditutup dengan kasur. Bersembunyi tidak harus di kamar, dimana pun Anda bersembunyi hal yang paling penting adalah memblokir akses pelaku agar tidak bisa menjangkau Anda.

Manfaatkan Panic Button Polri
Setelah mengamankan diri dan bersembunyi di tempat yang aman, hubungi pihak yang berwenang. Saat ini di daerah Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah memiliki layanan applikasi telepon seluler “Siap PMJ” yang memiliki fitur panic button. Fitur ini akan mengirimkan sinyal pada petugas yang paling dekat dengan posisi Anda berada dan akan segera bergerak menuju lokasi Anda. Applikasi ini dapat diunduh dari Google Play maupun App Store. Setelah mengunduh aplikasi tersebut, Anda harus mendaftarkan diri dengan mengisi form yang telah disediakan. Langsung daftarkan diri Anda, agar dapat langsung menghubungi polisi ketika terjadi sesuatu. Sedangkan untuk daerah Depok, Anda dapat mengunduh aplikasi serupa dengan nama “Panic Button Depok.” Pada prinsipnya serupa, Anda harus mendaftar terlebih dahulu dan Anda bisa menekan tombol Help di dalam aplikasi tersebut ketika membutuhkan pertolongan.
 
Konfrontasi adalah Pilihan Terakhir
Konfrontasi dengan para pelaku perampokan memiliki resiko yang sangat besar. Seringkali mereka beraksi secara berkelompok dan membawa senjata tajam atau bahkan senjata api. Perhitungkan semua pergerakan yang akan Anda ambil dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Jika Anda tidak yakin saat mengkonfrontasi pelaku maka disarankan untuk mencari tempat aman dan mengikuti langkah-langkah diatas. 

Sekali lagi, Kriminologi tidak menyarankan Anda untuk berkonfrontasi. Sayangi nyawa Anda lebih dari barang-barang yang Anda miliki. RZ

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Tips & Trik Jika Rampok Satroni Rumah Anda, Ini yang Harus Dilakukan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu