Foto: Ilustrasi Pacaran

Kekerasan dalam Pacaran, Ini Cara Mencegahnya

Estimasi Baca:
Senin, 4 Sep 2017 15:00:26 WIB

Kriminologi.id - Siapa yang tak kenal pacaran. Istilah yang akrab di telinga anak muda. Pacaran adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan istimewa antara dua individu yang didasari kasih sayang dan cinta kasih.

Hubungan antara dua individu yang berbeda tentu tak selamanya berjalan mulus. Kerap kali harus menghadapi perbedaan pendapat yang bisa memicu terjadinya konflik. Ini merupakan hal yang wajar, namun akan menjadi masalah yang besar ketika salah satu pihak menjadi korban dari kekerasan dalam pacaran atau dikenal dengan istilah dating violence.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan dating violence? The American Psychological Association menyebut dating violence sebagai tindakan kekerasan baik secara psikologis, fisik, seksual, dan ekonomi yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam hubungan pacaran. Tindakan ini dimaksudkan untuk memegang kontrol, memiliki kekuasaan dan kekuatan atas pasangannya.

Komnas Perempuan menyatakan ada 2.734 kasus kekerasan dalam pacaran yang terjadi sepanjang tahun 2016. Jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit. Begitu banyaknya angka kasus kejadian ini menuntut kita untuk ikut mengambil peran dalam melakukan pencegahan.

Seperti yang disadur dari website Unite for Reproductive and Gender Equity (urge.com) terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam pacaran.

 

1. Peka terhadap Tandanya

Jika mengetahui atau melihat orang di sekitar Anda mulai memiliki beberapa luka memar atau cedera fisik maka Anda patut curiga. Biasanya korban akan berpura-pura bahwa memar dan cedera tersebut karena kecelakaan atau ketidakhati-hatian.

Terjadinya penurunan nilai-nilai dan motivasi di sekolah atau di kampus kemudian kehilangan minat pada hobinya yang dulu juga dapat menjadi pertanda. Selain itu, perilaku gelisah dan depresi juga bisa menjadi tanda terjadinya dating violence

 

2. Bertindak

Mengetahui dan menemukan tanda-tanda terjadinya dating violence merupakan awal yang baik, namun jika diabaikan justru tidak akan membantu memecahkan masalah. Oleh karena itu Anda harus bertindak.

Cobalah untuk berbicara dengan orang yang Anda curigai menjadi korban dating violence  dan bangun kepercayaan orang tersebut kepada Anda. Setelah dia percaya, maka Anda dapat menawarkan bantuan. Salah satunya dengan membantunya dan menemaninya untuk mengikuti konseling terkait dengan masalah dating violence. Hal yang paling utama dalam masalah ini adalah membantu korban dating violence keluar dari hubungan pacaran yang sedang dijalaninya saat ini.

 

3. Dukung Korban

Jika seseorang memiliki pengalaman traumatis karena pernah menjadi korban pelecehan atau kekerasan dari pasangannya, Anda tidak boleh menyalahkan ataupun marah pada korban.

Anda harus dapat membuat korban merasa nyaman, didukung, dan dicintai bukan perasaan dihakimi dan dipersalahkan atas apa yang menimpanya.

 

4. Edukasi

Bantu orang lain, minimal di sekitar Anda untuk memahami apa yang dimaksud dengan dating violence. Tindakan-tindakan apa saja yang termasuk dalam kategori dating violence. Sebab harus diingat bahwa dating violence tidak hanya kekerasan fisik tetapi juga psikis, emosional, ekonomi, dan seksual.

Selain itu, Anda juga dapat menyebarkan informasi terkait dengan dating sosial di komunitas-komunitas remaja dan juga dapat menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial pribadi Anda.

 

5. Perhatikan juga Internet

Tindakan dating violence tidak hanya terjadi di dunia nyata saja tetapi juga dapat terjadi di dunia maya. Tindakan dating violence seperti melecehkan pasangan, menjelek-jelekkan dan mempermalukan pasangan juga dapat dilakukan melalui media sosial.

Anda dapat mendeteksi tindakan-tindakan dating violence dari media sosial masing-masing. Sehingga Anda dapat mengonfirmasi kecurigaan Anda melalui media sosial dari masing-masing individu yang berpacaran itu. RZ

KOMENTAR
500/500