Foto: Ilustrasi Pedofilia

Pedofil Mengincar, Ini 5 Cara Hindari Anak dari Kejahatan Internet

Estimasi Baca:
Selasa, 29 Ags 2017 06:05:48 WIB

Kriminologi.id - Jaringan pedofilia di jejaring sosial Facebook yang menabalkan dirinya ‘Official Loly Candy’s 18+ sempat menghebohkan warga Ibu Kota pertengahan Maret 2017. Kelompok ini menyebarkan konten pornografi dengan sasaran anak-anak di bawah umur.

Kepolisian Daerah Metro Jaya menjelaskan makna nama dalam grup Facebook dengan akun Loly Candy adalah sandi khusus para pedofil. Loly adalah permen yang identik dengan anak-anak. Para predator itu menyebut anak-anak sebagai ‘loli’.

Sedikitnya 13 anak-anak di bawah umur diperkirakan menjadi korban para predator pedofilia ini. Grup yang dikelola oleh empat pelaku itu sudah terbongkar, dan mereka sudah ditahan oleh Kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. 

Dalam aksinya, pelaku bukan hanya membagikan foto dan video bermuatan pornografi, tapi juga melakukan kekerasan seksual terhadap belasan korban, termasuk merekam video saat melakukan aksinya itu lalu membagikannya kepada para anggota fanspage.

Tentu saja kasus Loly Candy menjadi kekhawatiran bagi para orang tua. Seperti yang disadur dari Parenting.com berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk meminimalisasi risiko agar anak terhindar menjadi korban kejahatan lewat Internet:

 

#1. Ikut Terlibat

Orang tua harus terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak di media sosial, seperti Faceboo, Instagram, atau Twitter. Misalnya, membuat akun media sosial seperti yang dimiliki anak. Sehingga apa yang dilakukan anak dapat terpantau oleh orang tua.

 

#2. Bikin Aturan Main

Bikin aturan main yabg jelas seperti batasan waktu untuk mengakses layanan Internet melalui perangkat komputer atau notebook. Orang tua harus mendiskusikan manfaat dan konsekuensi dari peraturan tersebut. Bahas topik ini bersama anak, hukuman apa yang harus dijalankan ketika anak melanggar aturan tersebut.

 

#3. Lindungi Privasi

Ajarkan hal-hal penting terkait dengan informasi dan privasi anak secara sederhana tapi jelas. Contohnya seperti memberitahukan anak untuk tidak memberikan nomor telepon, alamat email, password , alamat rumah, alamat sekolah, dan foto-foto diri tanpa seizin orang tua.

Kemudian Anda juga harus memberitahukan kepada anak untuk tidak bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal melalui media sosial tanpa didampingi oleh orang dewasa.

 

#4. Tempat Curhat

Orang tua dapat menempatkan diri sebagai teman bagi anak. Jika anak menemukan konten, perkataan, tulisan yang membuatnya tidak nyaman dapat segera memberitahukan hal-hal tersebut kepada orang tua.

Orang tua tidak perlu bereaksi dengan melarang anak menggunakan Internet atau menyita komputer atau telepon seluler anak. Orang tua dapat berbicara sebagai teman dan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan anak ketika menemukan konten seperti itu.

 

#5. Awasi Aplikasi dalam Perangkat

Sebelum membeli perangkat komputer, notebook, atau telepon seluler untuk anak, orang tua harus memperhatikan fitur yang dimiliki perangkat tersebut. Upayakan memilih perangkat yang memiliki fitur parental controls.

Fungsi fitur “kontrol orang tua” tersebut dapat menyaring sejumlah informasi penting yang dapat diakses oleh anak-anak berdasarkan pada umur, kategori konten tersebut, waktu, dan pilihan-pilihan lainnya. BC

KOMENTAR
500/500