Tips Menghindari dari Pelaku Penculikan Anak

Estimasi Baca :

Ilustrasi Penculikan Anak (10/04/2018). Antaranews - Kriminologi.id
Ilustrasi Penculikan Anak (10/04/2018). Antaranews

Kriminologi.id - Kasus penculikan anak kembali menyita perhatian masyarakat baru-baru ini. Penculikan sudah pasti menakutkan terlebih pada anak. Oleh karenanya, Anda sebagai orang tua harus selalu memastikan keamanan anak selama di rumah maupun di luar rumah.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan jumlah kasus penculikan anak terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data KPAI, setidaknya ada 331 anak menjadi korban penculikan dan 1.454 anak dilaporkan hilang sepanjang 2011-2016.

Kasus teranyar adalah penculikan bayi Aditya yang terjadi di Depok pada Jumat, 27 April 2018. Bayi yang belum genap sebulan itu hilang saat ditinggal ibunya belanja sayuran di dekat rumahnya di Jalan Flamboyan, Sukmajaya, Depok. Beruntung pihak kepolisian berhasil menemukan bayi Aditya dalam kondisi sehat 3 hari berselang, dan mengamankan seorang pelaku penculikan.

Berbeda dengan bayi Aditya, nasib nahas dialami Grace Gabriela Bumusu. Gadis kecil berusia 6 tahun tersebut ditemukan tewas mengenaskan setelah dinyatakan hilang sejak Senin, 30 April 2018. Mayat Grace ditemukan dalam bungkusan karung di bawah pohon pisang di Perum Bogor Asri, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebelum hilang, Grace diketahui bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah pada pukul 10.00 WIB. Sang ayah mulai curiga anaknya diculik lantaran anaknya selalu pulang pukul 12.00 WIB siang jika sudah selesai bermain. Kematian tragis Grace jelas meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Berkaca pada dua peristiwa penculikan yang terjadi baru-baru ini, sudah keharusan bagi setiap orang tua untuk selalu menjaga dan memperhatikan keamanan anak kapan pun dan di mana pun. Hal itu menjadi keharusan karena sering kali anak korban penculikan berawal dari kelalaian orang tua.

Berikut beberapa tips yang Kriminologi.id rangkum dari berbagai sumber untuk mencegah anak Anda menjadi korban penculikan;

1. Jangan Pernah Titipkan Anak pada Orang Asing.

Meskipun hanya sebentar dan pergi ke tempat yang tidak jauh, jangan pernah sekalipun menitipkan anak kepada orang asing alias yang tidak dikenal asal usulnya. Lebih baik, anak dibawa daripada dititipkan kepada orang yang latar belakangnya tidak diketahui dengan jelas.

Ingat, kejahatan bisa terjadi dengan kesempatan yang kecil sekalipun.

2. Jangan tinggalkan Anak Sendirian.

Meninggalkan anak sendirian dalam rumah meskipun dalam waktu sebentar sangat beresiko. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian dimanapun, baik di dalam rumah, mobil, atau stroller.

Karena bukan saja membuka peluang terjadinya penculikan, akan tetapi bahaya lainnya pun bisa saja menimpa sang anak. Seperti serangan dari binatang atau kecelakaan lainnya. Pastikan anak selalu dalam pengawasan Anda.

3. Hindari Baju Anak bertuliskan Namanya.

Para orang tua sering kali senang membuatkan baju bertuliskan nama sang anak. Siapa sangka, ternyata hal ini dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan niat jahatnya dengan cara memangil nama sang anak tersebut.

Anak cenderung percaya pada orang dewasa yang mengetahui dan memanggil nama mereka.

4. Sepakati kode tertentu dengan anak Anda.

Cari paling sederhana adalah dengan mengingatkan satu kata sederhana seperti “gorilla” atau “coklat.” Beritahu pada anak Anda untuk hanya mempercayai orang dewasa sesuai dengan kode yang telah disepakati tersebut.

Jika kode buruk yang disampaikan, maka si Anak harus berhati-hati. 

5. Ajari Selalu Mengunci Pintu Rumah

Ajarkan anak Anda untuk selalu mengunci pintu dan tidak membukakan pintu kepada orang yang tak dikenal. Perbolehkan anak membuka pintu jika orang yang berkunjung memang orang yang benar dikenal, misalnya masih berhubungan dengan keluarga.

Beritahu juga pada anak untuk tidak mengatakan pada siapa pun yang menelepon bahwa mereka sedang sendirian di rumah.

6. Beri Pemahaman Saat Bermain

 Ada waktunya anak perlu diberikan waktu untuk bebas bermain dengan teman-teman sebaya di lingkungan rumahnya. Beri tahu batasan-batasan tertentu pada anak saat mereka bermain keluar rumah.

Paling tidak, lokasi bermain anak itu tidak boleh jauh dari jarak rumah. Dan pastikan si anak bermain dengan orang seusia yang dikenalnya dan di bawah pengawasan orang tua. 

7. Ajari Anak Menolak Permintaan Orang Lain 

Ajari pada anak untuk tidak mudah menerima pemberian orang lain atau memenuhi permintan orang. Termasuk juga, organ tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali ayah-bundanya.

Selain itu, ajarkan juga pada anak Anda untuk berteriak dalam keadaan tertentu jika merasakan tidak nyaman. Beri tahu anak bahwa, dalam kondisi tertentu, lebih baik berteriak jika orang lain telah berbuat tidak sopan dibanding harus menjadi ramah ke setiap orang asing. MSA

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Tips & Trik Tips Menghindari dari Pelaku Penculikan Anak

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu