Menghindari kejahatan di Jalan. Ilustrasi: Ist/Kriminologi.id

Tips Menghindari Kejahatan di Jalan, Ketahui Daerah Rawan Begal

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Mar 2018 12:39:12 WIB

Kriminologi.id - Pelaku kejahatan di jalan datangnya tidak pandang bulu dalam menentukan korbannya. Jika ada kesempatan, maka pelaku kejahatan di jalan sudah tak peduli lagi korbannya anak kecil atau pun orang tua. Semuanya disikat. Tujuannya satu, yakni merampas harta benda sang pengendara di jalan. 

Tindakan bringas pelaku kejahatan di jalan sangat mengerikan. Penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga pembunuhan kerap dilakukan jika korbannya melakukan perlawanan. Tindakan kekerasan ini sebagai alat pelaku kejahatan jalanan untuk meraih sukses dalam memboyong harta rampasannya. 

Menjadi korban di jalanan itu resiko, kata Pakar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof Dr Muhammad Mustofa. Tapi, bukan berarti tidak bisa dihindari. Muhammad Mustopa memberikan tips bagaimana pengguna jalan bisa menghindar dari pelaku kejahatan di jalanan. Berikut 5 tips agar tidak menjadi korban kejahatan di jalan; 

1. Daerah Rawan Begal

Pengetahuan tentang daerah yang akan dilintasi pengguna jalan menjadi hal utama agar terhindar dari pelaku kejahatan. Ketahui daerah rawan begal, dan kejahatan lainnya dan hindari untuk melintas di jalan tersebut. Lebih baik mencari jalan alternatif jika jalur yang akan dilintasi itu terbilang rawan. Meski pun belum bisa dipastikan jika pengendara melintas di daerah rawan itu bakal menjadi korban kejahatan.  

2. Pilih Jalan Alternatif

Jalan alternatif menjadi solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan. Para pengendara harus memiliki pengetahuan dalam mencari jalan alternatif jika jalan yang akan dilewati terbilang rawan. Pastikan jalan alternatif yang dilalui ini dalam kategori jalan aman dan ramai sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru. Jalan alternatif yang dipilih pun usahakan jalan yang biasa digunakan pengendara motor. 

3. Tingkatkan Kemampuan

Peningkatan kemampuan yang dimaksud bukan kemampuan mengendarai dengan kecepatan tinggi alias ngebut atau kemampuan bela diri agar bisa menghindar dari serangan pelaku kejahatan. Namun, tingkatkan kemampuan ini, kata Muhammad Mustofa lebih pada jumlah orang. 

Jika jalan rawan itu hanya satu-satunya akses sampai ke tempat tujuan, cara berikutnya adalah menambah orang, alias minta ditemani. Sehingga, jika melintas dalam jumlah lebih banyak pelaku kejahatan akan berfikir dua kali untuk memangsanya. 

4. Serahkan Jika Kepepet

Jika situasinya sudah terjepit, orang yang dimintai tolong menemani tidak ada, dan tetap harus melintas di daerah rawan maka tinggal bagaimana melakukan sikap agar tidak rugi dua kali. Yakni, hilang kendaraan dan nyawa hilang. 
Lebih baik kalau memang upaya maksimal untuk menghindar sudah tidak sanggup, menyerah lah dengan cara aman dan pandai. Pastikan semuanya aman terutama keselamatan jiwa. 

5. Nopol dan Fisik Pelaku

Melepaskan barang atau kendaraan kepada pelaku kejahatan di jalan bukan memberikan begitu saja. Akan tetapi, sambil bernegosiasi upayakan ciri-ciri wajah bisa dihafal dan Nopol serta jenis kendaraan yang digunakan pelaku.
Ciri-ciri fisik dari ujung kaki sampai ujung rambut bila perlu direkam di luar kepala.

Upayakan tetap konsentrasi sehingga bisa mudah mengingat identitas pelaku. Kemudian setelah jejak pelaku menghilang membawa harta rampasan, segera lapor ke polisi dengan menyebutkan ciri-ciri tadi. Semakin cepat melapor ke polisi, maka peluang untuk menangkap pelaku kejahatan di jalan itu semakin terbuka. 

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500