Ilustrasi Acara Pernikahan, Foto: Pixabay.com

Tiru Kahiyang-Bobby, 6 Trik Hindari Wedding Organizer Abal-abal

Estimasi Baca:
Senin, 6 Nov 2017 15:39:29 WIB

Kriminologi.id - Momen pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution menyita perhatian publik hampir tiga pekan belakangan ini. Resepsi pernihakan Kahiyang, putri Presiden Joko Wdidodo atau Jokowi ini akan diselenggarakan 8 November 2017 di Solo, Jawa Tengah. Nyaris setiap perkembangannya diberitakan pada khalayak.

Begitu besarnya gelaran acara ini dapat dilihat dari jumlah undangan yang disebar, yaitu sekitar delapan ribu undangan. Tentu saja dengan jumlah undangan yang begitu banyak, segala persiapannya pasti dibantu oleh wedding planner ataupun wedding organizer alias penyelenggara perkawinan.

Tidak hanya Kahiyang dan Bobby, semua pasangan sebenarnya bisa menggunakan weeding planner ataupun wedding organizer alias WO untuk membantu mempersiapkan acara pernikahan. Walaupun memang Anda harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk membayar jasa WO ini.

Baca: Polisi Bekuk Penipuan Modus Promo Pesta Pernikahan

Beragam paket dengan berbagai harga pun ditawarkan, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan acara pernikahan Anda. Selain itu, ada beberapa situs seperti weddingku.com dan bridestory.com yang dapat membantu calon pengantin memilih-milih vendor ataupun wedding organizer.

Namun, Anda harus tetap waspada dan jangan mudah tergiur. Jangan sampai salah satu momen paling bahagia di dalam hidup Anda menjelma mimpi buruk. Beberapa kasus penipuan dengan modus wedding organizer beberapa kali terjadi di Indonesia. Misalnya, penipuan WO milik CV Khalisa Enterprise di Depok. Puluhan calon pengantin terpaksa gagal menggelar acara yang diimpikannya.

Sebenarnya ada berberapa tips yang dapat dilakukan agar tak tertipu wedding organizer dan vendor abal-abal. Seperti yang disadur dari situs urbanette.com, simak tips berikut ini:

 

1. Terpercaya

Pilih vendor-vendor atau penyedia layanan yang terpercaya. Bisa saja didasarkan pada rekomendasi teman atau keluarga Anda yang pernah menggunakannya. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan vendor yang belum pernah digunakan oleh teman atau keluarga, maka mintalah pada vendor menghubungkan Anda dengan salah satu kliennya. Sehingga Anda bisa menanyakan rekam jejak dan kredibilitas vendor yang dimaksud.

Baca: Korban Penipuan EO Pernikahan Lapor Polisi, Dirugikan Rp 500 Juta

2. Punya Kantor

Walaupun di zaman sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan jasa virtual office tapi akan lebih aman jika Anda memilih vendor yang memiliki kantor fisik. Keberadaan virtual office ini maksudnya adalah perusahaan menyewa satu ruangan yang dapat digunakan sebagai layaknya kantor.

Kelemahan virtual office ini, perusahaan bisa berpindah kapan saja setelah menyelesaikan pembayaran dan bahkan sewa virtual office pun bisa dilakukan untuk beberapa bulan saja. Ditakutkan jika Anda mengalami penipuan, maka akan lebih susah mencari perusahaan dan orang-orang yang melakukannya.

3. Bayar dengan Kartu Kredit

Pada titik ini ternyata melakukan pembayaran terhadap vendor-vendor justru lebih aman dengan menggunakan kartu kredit daripada membayar tunai. Salah satu fasilitas kartu kredit memungkinkan Anda untuk melakukan pembatalan transaksi ataupun penarikan dana kembali jika memang terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jika pembayaran dilakukan secara tunai atau melalui cek, maka pelaku kejahatan dengan mudahnya akan membawa kabur dana yang Anda miliki.

4. Minta Bukti Pembayaran

Jika Anda menggunakan wedding organizer, mintalah salinan bukti transaksi pembayaran yang dilakukan wedding organizer Anda terhadap vendor ataupun pembelian perlengkapan dan peralatan. Melalui salinan bukti transaksi tersebut Anda dapat melakukan pengecekan terhadap toko asli tentang kebenaran harga yang tertera. Selain itu, Anda juga bisa memperkirakan apakah wedding organizer yang Anda pilih melakukan kebohongan dan bahkan penipuan.

Baca: Bawa Lari Rp 450 juta, Bos EO Pernikahan Diburu Polisi

5. Biaya Lain-Lain

Periksa laporan keuangan yang telah dibuat, seringkali dalam laporan tersebut terdapat istilah "biaya lain-lain". Tanyakanlah apa saja yang termasuk "biaya lain-lain" ini. Apakah nominal yang tertera adalah wajar untuk biaya lain-lain atau biaya tidak terduga. Jika tidak wajar, Anda berhak menanyakan lebih detail pembiayaan yang termasuk dalam biaya lain-lain ini.

6. Baca Kontrak

Salah satu hal terpenting tapi paling sering dilupakan membaca kontrak kesepakatan antara Anda dengan vendor ataupun antara Anda dengan wedding organizer. Sebelum meneken kesepakatan, mintalah kepada vendor atau wedding organizer dan baca dengan jeli setiap kalimat di dalam kontrak. Jika menemukan poin-poin yang tidak jelas, tanyakan segera pada vendor atau wedding organizer dan minta mereka menambahkan penjelasannya dalam kontrak tersebut.

KOMENTAR
500/500