Isi bunker bos miras Syamsudin Simbolon di Bandung. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Video Bunker Miras di Rumah Mewah Syamsudin Bos Peracik Oplosan

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Apr 2018 16:36:14 WIB

Kriminologi.id - Polisi melakukan rilis kasus miras oplosan di kediaman Syamsudin Simbolon, di jalan baypas Bandung-Garut, Kelurahan Cicalengka Wetan, kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis 19 April 2018.

Saat riils yang secara langsung oleh Wakapolri Komjen Syafruddin, bunker milik Syamsudin yang dijadikan tempat pembuatan miras oplosan agar dipublikasikan fungsinya.

Berdasarkan pantauan Kriminologi.id bunker berada di bawah kolam renang yang  tertutup sebuah gazebo yang berfungsi untuk bersantai saat berenang.

Di dalam bunker berukuran panjang 18 meter dan lebar 4 meter itu, terdapat satu ruangan kamar mandi yang  berukuran 1 x 1 meter. Kamar mandi yang terletak diujung tersebut dijadikan tempat pembuatan awal miras oplosan.

Disamping kamar mandi, terdapat ruangan yang bersekat papan berukuran 2 meter x 1 meter. Tempat ini digunakan untuk proses mengoplosan bahan kimia pembuatan miras oplosan.

Tampak terlihat jirigen berwarna biru berupa bahan kimia jenis ISO AMYL ACITATE dan sejumlah dus berisi bekas air botol mineral dalam ruangan bersekat tersebut.

Dibagian tengah bunker, terlihat tempat proses pengoplosan kedua, dimana larutan kimia dicampur dengan minuman soda jenis cola.

Sementara tempat pengepakan miras oplosan tersebut berada di bawah tangga masuk ke bunker. Suasana di bunker sendiri terlihat  kipas angin gantung dan hexos pengisap udara di ruang tersebut.

Menurut Kasubid Penmas Humas Polda Jabar, AKBP Sri Damar Alam menjelaskan, saat penggerebekan awal, bunker masih dalam keadaan rapih. Sejumlah botol kosong dan hasil miras oplosan banyak berada di bunker.

Sebelumnya diberitakan Syamsudin bos miras maut yang menyebabkan 22 orang di Cicalengka tertangkap di tempat persembunyiannya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu, 18 April 2018.

Reporter: Arief Pratama
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500