Ilustrasi Fenomena Anak Terlibat Kejahatan. Foto: Unsplash.com

Video Fenomena Anak Terlibat Kejahatan

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 18:05:04 WIB

Kriminologi.id - Fenomena anak terlibat kejahatan yang marak akhir-akhir ini menjadi sorotan. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2018, Kriminologi.id mencoba mencaritahu informasi terkait fenomena tersebut dari beberapa sumber. 

Berikut ini video hasil wawancara Kriminologi.id dengan Anggota DPR RI Komisi VIII Rahayu Saraswati dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise terkait fenomena anak terlibat kejahatan.

Menurut Anggota DPR RI Komisi VIII Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak terjadi lantaran tidak adanya pengawasan orang tua terhadap anak-anak. 

"Tidak ada yang mengawasi mereka (anak), atau tidak bisa mengawasi mereka selayaknya, terutama untuk anak-anak yang usianya rentan, untuk konten-konten yang sudah banyak beredar di sosial media bahkan di internet, mereka tidak punya kapasitas atau pemahaman mereka bisa memfilter apa yang mereka dapati di internet", kata Rahayu Saraswati Kriminologi.id, Senin, 16 Juli 2018 .

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, mengatakan bahawa kasus kekerasan yang terjadi pada anak kerap berasal dari keluarga. Perselisihan antarkedua orang tua di dalam keluarga menjadi pemicu bagi anak untuk meniru perilaku tersebut dan diterapkan dalam kesehariannya. 

"Poin penting itu ada di keluarga. Keluarga harus putuskan mata rantai kekerasan. Suami istri tidak boleh bercekcok, dan bila mau bercekcok, jauhkanlah dari anak-anak. Jangan biarkan anak-anak melihat. Kalau anak-anak melihat dengan sendirinya, dia akan meniru (perilaku orang tua) lagi, dan di saat ia dewasa dan berkeluarga, maka ia akan melakukan hal yang sama yang ia lihat di dalam keluarganya sendiri," kata Yohana Yembise kepada Kriminologi.id.

KOMENTAR
500/500