Gathot Harsono DPO Korupsi Aset pertamina Menyerahkan Diri ke Bareskrim. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Gathot Harsono DPO Korupsi Aset Pertamina Menyerahkan Diri

Estimasi Baca:
Kamis, 22 Feb 2018 12:16:34 WIB

Kriminologi.id - Gathot Harsono buronan kasus korupsi penjualan aset Pertamina yang telah enam bulan kabur, akhirnya menyerahkan diri ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, setelah pada Rabu, 21 Februari 2018.

Direktur Dit Tipidkor Bareskrim Polri Brigjen Pol Ahmad Wiyagus mengatakan, Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina itu menyerahkan diri sejak masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 23 Agustus 2017 silam.

"Tesangka telah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 23 Agustus 2017. Terhadap perkara ini telah dinyatakan lengkap oleh JPU (P21) pada tanggal 10 November 2017," kata Ahmad.

Ahmad menuturkan, kasus tersebut bermula pada tahun 2011, tersangka selaku vice president asset management PT Pertamina (persero) telah melakukan penjualan aset milik Pertamina berupa tanah di Simprug, Kavling No. III.1.01-02, Jakarta Selatan, seluas 1.088 m² yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Akibat perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang itu, kata Ahmad, tersangka mengakibatkan kerugian bagi negara. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara pada kasus tersebut, besar kerugian keuangan negara pada PT Pertamina (Persero) adalah Rp 40.940.208.900,00 (empat puluh miliar sembilan ratus empat puluh juta dua ratus delapan ribu sembilan ratus rupiah)," jelasnya.

Atas perbuatannya itu, Gathot dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 56 KUHP.

"Tersangka saat ini sudah dititipkan di Rutan Mapolda Metro Jaya," tuturnya.

KOMENTAR
500/500