Tangkapan layar video hoax yang mengatakan jasad Imam Samudra masih utuh. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Jasad Imam Samudra Masih Utuh, Ini Fakta Sebenarnya

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Jul 2018 13:48:30 WIB

Kriminologi.id - Sebuah video hoaks yang memperlihatkan jasad narapidana kasus terorisme Imam Samudra viral di media sosial. Video tersebut viral usai disebarkan melalui grup percakapan Whatsapp serta aplikasi Facebook. 

Dalam pesan di grup percakapan Whatsaap yang diikuti Kriminologi.id, Senin, 23 Juli 2018, keterangan dalam video itu menyatakan bahwa jasad tersebut adalah pelaku bom Bali I Imam Samudra yang hendak dipindahkan jasadnya.

Dalam video berdurasi 3 menit 34 detik nampak jasad seorang pria dengan kumis dan janggut yang menyerupai wajah Imam Samudra. Terlihat jasad tersebut masih terbungkus dengan kafan dan juga plastik. Terdengar pula suara para pengantar jenazah yang meneriakkan takbir sambil membuka kain kafan pada bagian wajah jenazah tersebut secara perlahan. 

Namun, kabar yang menyebutkan bahwa jasad tersebut merupakan Imam Samudra adalah tidak benar alias hoaks. Dalam video yang diunggah akun Facebook Seroja Maria pada Selasa, 24 Juli 2018, nampak pihak keluarga Imam Samudra turut memberikan klarifikasi atas video yang meresahkan warga tersebut.

Dalam video klarifikasi yang disampaikan keponakan Imam Samudra menyebutkan video tersebut hoaks. Faktanya hingga saat ini makam narapidana kasus teroris bom Bali I itu masih utuh. 

Menanggapi beredarnya video itu, Mabes Polri menyatakan sosok dalam video tersebut bukan Imam Samudra, melainkan narapidana terorisme di Rutan Gunung Sindur, Yaser bin Thamrin yang meninggal di RSUD Tangerang Selatan pada Selasa, 17 Juli 2017.

"Itu video dari Yaser bin Thamrin napi teroris di Gunung Sindur," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

Yaser meninggal dunia di RSUD Tangerang Selatan pada 17 Juli 2018 lalu. Yaser dinyatakan meninggal dunia oleh dokter sekitar pukul 19.45 WIB setelah sebelumnya mengeluh keram di bagian perut dan muntah.

Reporter: Amin H. Al Bakki
Multimedia: Amin H. Al Bakki
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500