Kondisi Ryan Debt Collector yang Digorok di Cibinong. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Kondisi Ryan Debt Collector yang Digorok di Cibinong

Estimasi Baca:
Jumat, 20 Jul 2018 19:35:52 WIB

Kriminologi.id - Seorang debt collector bernama Ryan menjalani perawatan di RSUD Cibinong karena mengalami luka gorok di bagian leher. Dalam video yang diterima Kriminologi.id tampak kondisi detik-detik pertama Ryan menjalani perawatan dari rumah sakit. Leher Ryan yang terbuka akibat senjata tajam itu berusaha ditutup oleh perawat untuk disembuhkan. 

Seorang kerabat korban yang berinisial K pun mau memberi informasi tentang Ryan. Kepada Kriminologi.id, K mengatakan kondisi Ryan sudah membaik. Ia sudah bisa dikunjungi sanak keluarga. 

"Keadaanya sudah membaik," katanya kepada Kriminologi.idlewat sambungan telepon, Jumat, 20 Juli 2018.

Sebelumnya, peristiwa penggorokan ini berawal ketika Ryan diperintahkan untuk menarik mobil Toyota Yaris dengan nomor polisi F 88 YI dari salah seorang pelanggan yang sudah menunggak selama lima bulan. 

Setelah mendapat lokasi pelanggan di kawasan Jalan Baru Bogor, Ryan pun berangkat. Tiba di lokasi, Ryan bertemu dengan pemilik mobil dan setuju jika kendaraan itu dibawa ke kantor leasing, Jalan Tegar Beriman, Pekan Sari, Cibinong, Bogor. 

Pemilik mobil juga memutuskan ikut bersama Ryan menuju kantor dengan tujuan menyelesaikan permasalahan di sana.

Dalam perjalanan menuju kantor leasing di kawasan Cibinong, Ryan mengambil posisi duduk di depan. Sementara rekannya yang lain mengikuti mobil tersebut.

Nahas, di tengah perjalanan itulah leher Ryan digorok pelaku yang duduk di belakang. Diketahui dalam mobil tersebut berisi empat orang di antaranya korban dan tiga pelaku.

Ryan bersimbah darah. Namun, ia melompat dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri. Selanjutnya pelaku dengan membawa mobil kabur.

Beruntung Ryan langsung ditolong temannya yang mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor. Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini Ryan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Reporter: Walda Marison
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500