Mahasiswa Papua Diamankan Lantaran Tolak Kibarkan Merah Putih. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Mahasiswa Papua Diamankan Lantaran Tolak Kibarkan Merah Putih

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Ags 2018 13:05:12 WIB

Kriminologi.id - Penghuni asrama mahasiswa asal Papua diamankan polisi lantaran diduga melakukan tindakan makar karena menolak pemasangan bendera merah putih di asrama mahasiswa di Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur ke Mapolrestabes Surabaya Kamis, pada Rabu, 15 Agustus 2018.

Detik-detik kejadian terekam kamera kemudian beredar di media sosial  Facenook yang bernama Ahmad Al Fariss pada hari yang sama. 

"Pengepungan dan pengrebekan mahasiswa papua yg ada di jl Kalasan sby Info dari warga sekitar karena tidak mau mengibarkan bendera merah putih dan mereka ngotot mengibarkan bendera papua yaitu OPM....warga papua siap dengan dengan panahnya" tulis akun tersebut pada keterangan video.

Dalam video tampak penghuni asrama  diangkut ke dalam truk untuk dibawa ke kantor polisi.

Sementara itu, Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan memberi keterangan pers kepada wartawan, di Surabaya, Kamis, 16 Agustus 2018 dini hari.

"Ada beberapa perkara yang kami selidiki. Salah satunya dugaan aktivitas gerakan makar di dalam mess tersebut yang terindikasi dari penolakan pengibaran bendera merah putih di depan mess mereka tadi siang," ujar Rudi Setiawan.

Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari barang bukti senjata tajam jenis parang yang digunakan seorang penghuni mess untuk melukai warga setempat saat insiden penolakan pengibaran bendera merah putih pada Rabu, 15 Agustus 2018 siang. 

Barang bukti senjata tajam sejenis parang semalam tampak ditemukan oleh personel Polrestabes Surabaya saat penggeledahan di dalam mess.

"Kami selidiki semua perkara itu satu per satu," katanya lagi.

Dia menjelaskan anjuran pengibaran bendera merah putih terhadap penghuni mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surabaya itu, dilakukan oleh sejumlah pemuda di Surabaya pada kemarin siang, menindaklanjuti imbauan pemerintah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai 14-18 Agustus 2018.

Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surababya itu selama ini terkesan tertutup dan diinformasikan kerap menggelar pertemuan yang dikhawatirkan terkait dengan dugaan makar yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dibawa menggunakan truk polisi ke Markas Polrestabes Surabaya, para mahasiswa Papua itu terdengar bersahut-sahutan meneriakkan "Papua Merdeka".

"Satu per satu mereka akan kami mintai keterangan, baik terkait kasus penganiayaan akibat insiden penolakan pengibaran bendera maupun dugaan gerakan makar," ujar Kombes Rudi.

Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500