Pelaku yang diduga menghajar korban dalam mobil. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video: Ojek Online Selamatkan Mobil yang Diamuk Massa

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Nov 2017 23:55:09 WIB

Kriminologi.id - Beredar video seorang pria dalam mobil babak belur diamuk massa tak dikenal di Binong Karawaci, Jawa Barat, pada Kamis, 2 Oktober 2017. Beruntung insden itu diselamatkan tukang ojek online yang ada di lokasi kejadian. 

Video itu viral seusai diunggah oleh akun Facebook bernama Simon Hendiawan yang diduga kakak korban pada hari yang sama.

"Kalau ada yang kenal orang-orang yang mukulin adik kandung saya. Hari ini kejadian di Binong Karawaci, akan saya cari sampai kemanapun. Istrinya pun hampir diseret, mobil ditendang-tendang" tulis Simon pada keterangan video. 

Tayangan video berdurasi 2 menit 15 detik itu tampak sekelompok massa dari luar mobil menghajar korban dan mencoba masuk ke dalam.

Dari tayangan video itu terlihat juga para pengemudi ojek online yang ada di luar mencoba menahan amukan massa yang menghajar pengendara mobil itu. Saat insiden terjadi, seseorang yang diduga istrinya menangis histeris.

Berdasarkan kronologis yang ditulis Simon, kejadian berawal ketika adik dan istrinya hendak pergi ke mal, lalu dari arah berlawanan datang mobil yang diduga rombongan keluarga yang sedang berduka. 

Mobil korban pun mencoba menepi ke pinggir jalan. Namun tiba-tiba sekelompok orang datang lalu menggebrak mesin mobil korban. Saat korban membuka jendela, tiba-tiba  pelaku langsung memukul korban secara bertubi-tubi.

Massa juga sempat mengambil kunci mobil korban saat kejadian nahas itu. 

"Ternyata. Mereka ambil kunci mobil" lanjut Simon pada tulisannya.

Pada keterangan video, Simon menyampaikan terima kasih kepada warga sekitar yang sudah membantu saat insiden terjadi. Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih pada para tukang ojek online yang membantu mengejar pelaku untuk mengambil kunci mobil korban yang sempat diambil pelaku.

Menurut Simon Insiden tersebut sudah dilaporkan ke kepolisian untuk mengejar pelaku.

KOMENTAR
500/500