Andri Fernando digeladang ke Mapolres Metro Jakarta Timur usai meminta uang kepada kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur (7/3/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Penangkapan Mantan PNS Kejari Jakarta Timur Terkait Pemerasan

Estimasi Baca:
Rabu, 7 Mar 2018 22:35:05 WIB

Kriminologi.id - Mantan pegawai negeri sipil atau PNS Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur bernama Andri Fernando ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Timur karena melakukan pemerasan terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur. 

Dalam aksinya, Andri mengaku sebagai Plt  Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Penangkapan Andri bermula saat dirinya mendatangi kantor Dinas LH Jakarta Timur di daerah Taman Mini, siang tadi sekitar pukul 13.00. Andri ditemui Amri, salah satu staf Kepala Dinas LH Jakarta Timur. 

Saat itu, Andri meminta bertemu dengan Kepala Dinas dengan tujuan meminta sumbangan uang untuk biaya pengobatan salah seorang keluarganya yang sedang sakit.

Amri yang merasa curiga dengan Andri kemudian meninggalkannya dan berinisiatif menghubungi Kejaksaan Negeri Jakarta Timur untuk mencari tahu sosok Andri yang mengaku sebagai Plt Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

"Saat saya hubungi orang Kejaksaan mereka enggak kenal sama ini orang," ujar Amri memberi keterangan di Mapolres Metro Jakarta Timur,  Rabu sore, 7 Maret 2018.

Baca: Manajer Perusahaan Diperas Polisi Gadungan, Rp 10 Juta Melayang

Atas instruksi kejaksaan, Amri mempersilakan Andri menemui kepala dinas. Sementara pihak kejaksaan menghubungi Polres Metro Jakarta Timur untuk bergerak menuju ke kantor Dinas LH yang berada di daerah Taman Mini.

Setibanya di lokasi, petugas kejaksaan dan kepolisian tidak langsung menangkap Andri tetapi menunggu Andri hingga masuk ke dalam mobilnya terlebih dahulu.

Saat hendak meninggalkan lokasi itulah Andri langsung disergap petugas kepolisian dan kejaksaan. Andri hanya bisa tersenyum ketika dipaksa turun dari mobilnya. Selanjutnya, Andri langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Reporter: Rahmat Kurnia
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500