Penyelamatan Bocah SD Tertancap Pagar Besi Saat Ambil Bola. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Penyelamatan Bocah SD Tertancap Pagar Besi Saat Ambil Bola

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 16:25:31 WIB

Kriminologi.id - Seorang bocah yang berseragam SD berinisal FAS bernasib malang lantaran dagunya tertancap pagar besi saat hendak mengambil bola pada Jumat, 7 September 2018 pada pukul 11.30 WIB. Bocah berusia 10 tahun itu terpeleset saat memanjat pagar di Jalan Mahoni RT 005/08 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, hingga dagunya menancap besi runcing.

Dalam video yang diterima Kriminologi.id tampak para warga mencoba menyelamatkan bocah malang tersebut dengan memotong besi pagar dengan alat totong listrik. Tampak bocah tersebut menahan sakit saat proses penyelamatan tersebut. Besi runcing tersebut tampak menusuk dagu korban hingga tembus ke mulut.

Beruntung siswa yang bersekolah di SD Negeri 01 Bungur, Senen, Jakarta Pusat tersebut, masih bisa diselamatkan dan menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 

Kejadian berawal ketika,  FAS hendak mengambil bola yang masuk ke pekarangan rumah warga tersebut. Saat itu FAS sedang bermain bola bersama teman sekolahnya. Tiba-tiba bola itu masuk ke pekarangan rumah warga yang gerbangnya terkunci gembok. 

FAS pun mengambil bola tersebut dengan memanjat pagar besi. Aksi FAS tersebut sempat dilarang oleh teman-teman FAS agar tidak meneruskan niatnya itu. Namun larangan itu tak dihiraukan sehingga FAS melanjutkan memanjat. 

Tak berapa lama, insiden pun terjadi. Kaki FAS terpeleset hingga dirinya terjatuh. Naas, dagungnya tertusuk pagar besi tajam. 

"Korban terpeleset dan dagu korban tertancap pagar besi hingga nembus ke mulut dan badan korban tergantung," ujar Kapolsek Senen, Kompol Muhammad Syafe'i, Senin, 10 September 2018.

Syafei menjelaskan, setelah FAS tertusuk teman-temannya berlarian mencari pertolongan. Warga yang mendengar teriakan bocah itu langsung menghampiri lokasi kejadian dan menyelematkan FAS.

Korban langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan pertolongan. 

Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500