Satu saksi kunci pembunuhan di Tangerang bernama Muchtar Effendi masih menjalani perawatan di RS Polri (13/02/2018). Rahmat Krunia/Kriminologi.id

Video: Saksi Kunci Pembunuhan Tangerang Belum Berikan Informasi

Estimasi Baca:
Selasa, 13 Feb 2018 13:25:11 WIB

Kriminologi.id - Saksi kunci pembunuhan satu keluarga di Tangerang bernama Muchtar Effendi belum bisa memberikan informasi lantaran masih menjalani perawatan diruang melati VIP Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa, 13 Februari 2018. Effendi mengalami luka tusuk setelah ditemukan bersimbah darah di kamar rumahnya di Taman Kota Permai, Jati Using, Tangerang.

Kapolres Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan datang ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk menjenguk Muktae Effendi dan berkordinasi dengan tim dokter RS Polri untuk melakukan penanganan intensif kepada Effendi.

"Kondisi sangat lemah, belum bisa dimintai keterangan, dia hanya bisa berucap, istigfar, saya lemas, lelah," kata Harry.

Sementara saat ditanya motif pembunuhan satu keluarga, Herry menyatakan dirinya belum bisa memastikan motif pembunuhan karena hal apa.

"Masih kita dalami, saksi yang ada di tkp masih dalam perwatan, komunkasi susah, interaksi juga susah, belum bisa menyimpulkan, kita tidak mau menduga-duga," katanya.

Hingga kini kepolsiian masih mencari tahu pelaku pembunuhan yang menyebabkan seorang ibu dan dua anak tewas.

Baca: Kejanggalan Peristiwa Pembunuhan Sekeluarga di Tangerang

Sebelumnya diberitakan, sekeluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Perumahan Taman Kota Permai 2, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin, 12 Februari 2018. 

Effendi yang merupakan kepala keluarga, dievakuasi warga ke rumah sakit terdekat karena menderita luka tusuk. Diduga keluarga tersebut menjadi korban pembunuhan.

Diketahui tiga angota keluarga yang tewas bernama Emma (40), dan Nova (19) dan Tiara (11). Sedangkan, Effendi (55) mengalami luka tusuk di bagian perut.

Reporter: Rahmat Kurnia
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500