Detik-detik Baku tembak polisi dan separatis di Papua, Foto Istimewa

Video: Salah Satu Adegan Baku Tembak Polisi dan Separatis Papua

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Okt 2017 12:40:18 WIB

Kriminologi.id - Beredar video detik-detik baku tembak antara polisi dengan separatis di pegunungan Papua. Kejadian itu viral seusai diunggah akun YouTube yang mengaku bernama I am Abundance pada Senin, 23 Oktober 2017.

"Terekam kamera amatir detik detik ketika kelompok separatis papua baku tembak dengan anggota Brimob hingga menyebabkan anggota brimob gugur," tulis akun itu pada keterangan video.

Dalam video berdurasi 56 detik itu tampak adegan baku tembak polisi dengan separatis di gunung. Bak film laga, tembakan demi tembakan bersahutan seperti terlihat dalam video.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi ternyata video ini terkait peristiwa baku tembak sekitar 4 tahun lalu di Puncak Jaya. Dalam video tampak polisi menggunakan pakaian dinas lapangan berwarna cokelat dengan senjata seperti AK 101 atau AK 102 sebuah senjata turunan dari jenis senjata AK 47.

Diduga polisi yang tampak dalam video itu adalah anggota Brimob dengan pakaian dinas lama karena saat ini jika anggota Brimob berada di medan perang mereka selalu menggunakan pakaian dinas lapangan khusus berwarna biru tua, loreng hijau atau hijau lumut polos.

Selain itu, indikasi bahwa video tersebut produksi lama adalah senjata yang digunakan oleh anggota Brimob. Saat ini senjata pun berbeda dengan senjata organik yang lama. Jika di daerah konflik anggota Brimob menggunakan senapan serbu bukan jenis AK 47.

Sebelum video tersebut menjadi viral, Minggu, 22 Oktober 2017, terjadi baku tembak terhadap anggota Brimob Detasemen B Timika yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB pimpinan Sabinus Waker di daerah Jembatan Utikini Tembagapura, Papua, . 

Lihat: Foto: Anggota Brimob Tewas Ditembak Kelompok Sabinus Waker

Dari kontak senjata tersebut, satu anggota Brimob Den B Timika bernama Brigadir Satu Berry Pramana Putra meninggal akibat luka tembak di lokasi. BC

KOMENTAR
500/500