Sopir Ojek Online Ngamuk Kepada Pengemudi Mobil di Cempaka Putih. Foto: Ist/Kriminologi.id

Video Sopir Ojek Online Ngamuk Kepada Pengemudi Mobil di Cempaka Putih

Estimasi Baca:
Minggu, 6 Mei 2018 00:17:57 WIB

Kriminologi.id - Seorang pengemudi mobil mengaku mendapatkan tindakan kekerasan yang dilakukan sopir ojek online atau ojol lewat akun Facebook Jhonmarthin Simatupang pada Sabtu, 5 Mei 2018. 

Menurut keterangan Jhonmarthin dalam akun Facebooknya, seorang pengendara berjaket ojek online berpelat nomor B 3846 PBA jatuh di trotoar dekat mobilnya saat akan masuk ke Gedung Gudang Garam Cempaka Putih. Padahal Jhonmarthin mengaku telah menyalakan lampu sein kiri saat kejadian pada, Jumat, 4 Mei 2018 pukul 18.00 WIB.

Setelah itu  Jhonmarthin membuka kaca mobilnya kemudian menyalahkannya  sopir ojek onilne tersebut karena berjalan di trotoar.

Jhonmarthin pun memarkirkan mobilnya kemudian membantu  sopir ojek online tersebut, namun sopir ojek online tersebut marah-marah dan mendorong hingga memukul kepalanya dari belakang  .

Orang-orang yang ada disekitar kemudian menyuruh saya masuk ke mobil dengan alasan terjadi kemacetan tanpa tahu masalah yang terjadi. Sopir ojek online itu pun menghampiri Jhonmarthin di dalam mobil sambil marah-marah kemudian dengan sengaja memukul pintu mobilnya  sampai penyok.

Setelah dilerai  Jhonmarthin masuk ke dalam lobby Gudang Garam untuk menjemput istrinya yang sedang hamil karena khawatir sudah kelamaan menunggu. Saat mobil Jhonmarthin keluar dari gedung Gudang Garam, sopir ojek online kembali mencegat kembali di pintu keluar kemudian memaksanya keluar dari mobil untuk memperhitungkan ganti rugi terhadap kerugian sopir ojek online tersebut.

Jhonmarthin pun lalu meminta pindah tempat agar tak menyebabkan kemacetan, terlebih istrinya hamil. Setelah mobil terparkir, sopir ojek online tersebut meminta STNK Jhonmarthin sebagai jaminan. Jhonmarthin pun  tidak memberikannya, menurutnya sopir tersebut bukan pihak yang berwenang untuk melakukan penyitaan/penahanan terhadap barang milik Jhonmarthin.

Sopir ojek online tersebut  bersikeras meminta ganti rugi yang dideritanya. Jhonmarthin pun mengaku tidak bersedia melakukan ganti rugi, Jhonmarthin malahan meminta tolong kepada satpam gudang garam untuk menghubungi polisi.

Setelah itu si sopir ojek online tersebut kabur meninggalkan penumpangnya dan tak mengenakan helm serta melawan arus, bahkan tetap melaju di atas trotoar.

KOMENTAR
500/500