Minimarket di Benhil, Jakarta Pusat, yang menjadi sasaran aksi perampokan. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Dua Bandit Pembobol Minimarket Residivis Kasus Pencurian

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 15:40:55 WIB

Kriminologi.id - Dua bandit pembobol minimarket di kawasan Bendungan Hilir alias Benhil beberapa waktu lalu masih dalam pengejaran pihak Polsek Metro Tanah Abang.

Menurut Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, kedua pelaku yang buron ini merupakan residivis dari kasus yang sama.

"Iya, dari informasi yang kami dapat mereka berdua ini residivis. Yaa dari kasus pencurian dan kekerasan juga," kata Lukman kepada Kriminologi.id, Kamis, 2 Juli 2018.

Namun, ia enggan memberikan keterangan di mana para bandit pernah ditangkap sebelumnya dan berapa lama hukuman yang mereka terima.

Hingga saat ini, Polsek Metro Tanah Abang masih mengejar dua bandit tersebut. Lukam mengatakan jika ciri-ciri kedua pelaku sudah dikantongi polisi. 

"Ada dua pelaku yang kelihatan di CCTV dalam. Satu pelaku gemuk botak yang kaya megang senjata, yang satu lagi kurus pendek. Kulitnya sawo matang," jelas Lukman.

Ia mengimbau kedua bandit untuk menyerahkan diri sebelum polisi melakukan tindakan tegas.

Sebelumnya minimarket di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dirampok dua bandit pukul 08.05 WIB. Aksi perampokan itu terjadi di minimarket yang berlamat di Jalan Penjernihan II, No. 12C, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kejadian itu berawal dari dua orang saksi yang juga karyawan minimarket sedang bekerja di tempat itu. Tiba-tiba datang dua orang menggunakan satu sepeda motor memarkir di depan minimarket.

Saat kedua rampok masuk, dua saksi yang bernama Lutfi Renaldi dan Redi Pradika langsung ditodong dengan senjata tajam dan sebuah pistol.

Kedua pelaku pun langsung menggondol beberapa barang milik saksi dan barang dagangan yang di minimarket.

Satu unit telepon genggam milik Redi, satu unit telepon genggam milik Luthfi Renaldi, satu buah telepon genggam dan Tab milik Inventaris Alfamaret dan uang sebesar Rp 1.200,000.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500