George Moran, Bos Mafia Amerika yang Menyerah di Tangan FBI

Estimasi Baca :

George 'Bugs' Moran. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
George 'Bugs' Moran. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pepatah mengatakan kehidupan bagaikan roda yang berputar; ada saat di atas, ada pula saatnya di bawah. Hal ini juga berlaku dalam dunia mafia. Adalah Goerge “Bugs” Moran, salah satu sosok besar mafia Chicago, Amerika, yang berujung di bui pada saat kariernya kritis.

Pada 6 Juli 1946, Moran ditangkap bersama dengan dua rekannya Virgil Summers dan Albert Fouts, di Kentucky, atas perampokan beberapa bank kecil di Amerika.

Memiliki rekam jejak yang tersohor di dunia mafia Amerika, Moran justru menyerah di tangan Federal Bureau of Investigation (FBI) karena kejahatan yang umumnya dilakukan oleh penjahat kelas teri.

Lahir pada 21 Agustus 1893, Moran adalah seorang mafia Amerika dan penyelundup terkenal, sekaligus salah satu tokoh terkemuka di kelompok mafia North Side Gang yang sangat populer di Chicago pada tahun 1920-an. Ia merupakan teman masa kecil dan juga tangan kanan sang kepala mafia, Deanie O’Bannion.

Dalam karier mafianya, Moran menggunakan teror rasa takut dan pembunuhan untuk menegaskan otoritasnya di dunia mafia Amerika yang ditakuti. Moran juga dikenal karena terobosannya dalam dunia mafia Amerika. Di saat kelompok mafia lainnya selalu mengandalkan kejahatan perampokan dalam mencari dana, Maron memilih bisnis penyelundupan.

Dia secara aktif terlibat dalam distribusi dan penjualan minuman alkohol yang dilarang di Amerika. Bisnis penyelundupan tersebut sukses dan semakin menambah pundi-pundi kas kelompok mafianya.

Moran dan rekannya, Earl Weiss, mewarisi kelompok O’Bannion di Chicago ketika sang kepala terbunuh pada tahun 1924. Kematian O’Bannion kemudian diketahui ulah dari anak buah Al Capone, pemimpin kelompok mafia Italia di Chicago bernama South Side Gang atau lebih dikenal dengan The Chicago Outfit.

Pertikaian abadi pun tercipta di antara kedua kelompok mafia terkuat di Chicago tersebut setelah kematian O’Bannion. Tak lama kemudian, Weiss terbunuh pada tahun 1926, yang lagi-lagi ulah dari Al Capone. Moran pun menjadi pemimpin tunggal dari North Side Gang.

Selama tiga tahun berikutnya, kelompok Moran dan Al Capone terlibat dalam peperangan berdarah, mencapai puncaknya pada tahun 1929 yang dikenal dengan momen Hari Pembantaian St. Valentine. Pada saat itu, banyak anggota mafia Moran dibantai oleh anak buah Al Capone di sebuah garasi.

Pembantaian tersebut ternyata menjadi penanda runtuhnya karier mafia dari Moran. Kekuasaannya semakin berkurang, ia pun kemudian beralih pada kejahatan kecil, seperti perampokan kedai dan bank-bank kecil.

Pada 6 Juli 1946, Moran ditangkap karena keterlibatannya dalam perampokan bank kecil di Dayton, Ohio, yang dilakukan pada 28 Juni 1945. Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah, dan mendekam di Penjara Negara Ohio.

Setelah bebas pada tahun 1956, Moran kembali melakukan percobaan perampokan terhadap bank lainnya. Atas aksinya tersebut, Moran kembali harus mendekam di Penjara Federal Leavenworth, Kansas, pada tahun 1957, dengan hukuman 10 tahun. 

Tidak ada kata tobat dalam kamus Moran karena hingga akhirnya ia meninggal pun status kriminal masih melekat padanya. Moran meninggal di dalam penjara beberapa bulan setelah ditangkap pada tahun 1957 karena kanker paru-paru, di usia 63 tahun. AS

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Bromocorah George Moran, Bos Mafia Amerika yang Menyerah di Tangan FBI

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu