Dok. Kapolda Jatim Machfud Arifin. Foto: Tribratanews

Kapolda Jatim: Terduga Teroris Bom Pasuruan Residivis, Jaringan Lama

Estimasi Baca:
Jumat, 6 Jul 2018 07:35:22 WIB

Kriminologi.id - Polda Jawa Timur telah menyebar ciri-ciri alias identitas terduga pelaku bom yang meledak di Jalan Pepaya Kelurahan Pogar RT 01 RW 01, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis, 5 Juli 2018 siang.

Selain identitas, rekam jejak terduga teroris yang terluka itu juga sudah di tangan penyidik Polda Jawa Timur. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfudz Arifin mengatakan, terduga pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama dan dijerat lima tahun penjara di Lapas Cipinang. 

"Ini jaringan lama, yang bersangkutan pernah ditahan atas kasus yang sama yaitu pelemparan bom di Pos Lantas Kali Malang Jakarta," ujarnya di Mapolres Pasuruan, Kamis, 5 Juli 2018 malam, seperti dilansir beritajatim.com

Ia menjelaskan, setelah bebas dari Lapas Cipinang, terduga pelaku yang memiliki tiga KTP palsu ini menikah dengan seorang janda beranak satu. Pernikahannya dikaruniai satu anak.

"Yang bersangkutan ini kemudian menikah sudah 10 bulan di sini," ujar Machfudz. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ciri-ciri terduka pelaku adalah berperawakan sedang.

"Wajah terlalu lonjong, hidung mancung dan rambut agak pendek," katanya saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis, 5 Juli 2018.

Ciri-ciri lainnya, ia menambahkan, terduga pemilik bom menggunakan tas ransel dan sepeda motor bebek Astrea. Selain itu, terduga pelaku juga memakai kaos dan ada celana cingkrang.

"Kami harapkan masyarakat kalau pun dalam pengejaran terjadi yang namanya hal-hal kurang berhasil kami harapkan informasi dari masyarakat. Jika melihat orang yang terluka di bagian tertentu yang diakibatkan serpihan itu kami mohon informasi," ujar Barung.

Ia mengungkapkan, gerak-gerik terduga pemilik bahan bom sudah dicurigai warga sekitar sejak awal mengontrak rumah milik Saprani di Jalan Pepaya RT 01, RW 01, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

KOMENTAR
500/500