Rilis kasus pelatih tinju Uni Emirat Arab di Asian Games bernama Muhamad Ibrahim Mawad Nasr yang tertipu ratusan juta dollar. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

WN Palestina Tipu Pelatih Tinju UEA 300 Dolar AS Ternyata Residivis

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 20:15:23 WIB

Kriminologi.id - Pelatih tinju asal Uni Emirat Arab atau UEA bernama Muhamad Ibrahim Mawad Nasr harus kehilangan uang tunai senilai ratusan dolar lantaran menjadi korban penipuan yang dilakukan Warga Negara Asing asal Palestina. 

Aksi penipuan yang dilakukan pria berinisial MMH itu bermula saat korban hendak membeli charger ponselnya di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis, 23 Agustus 2018.

Lantaran memiliki keterbatasan bahasa, Ibrahim menjadi kebingungan. Hal itulah yang dimanfaatkan MMH untuk beraksi. Dengan mengaku sebagai turis asal Yordania, pelaku menyebut dapat memberikan bantuan. 

"Karena pelaku ini bisa berbicara dengan bahasa yang sama jadi dia (pelaku) menawarkan bantuan kepada korban," ucap Kapolsek Tamansari, AKBP Rully Indra di Mapolsek Tamansari, Senin, 3 September 2018.

Tak hanya menawarkan bantuan, pelaku juga mengajak Ibrahim untuk menikmati sekitar kawasan Tamansari dengan menggunakan taksi. Ajakan itu pun disetujui Ibrahim. 

Setelah beberapa lama menikmati suasana kota, pelaku kembali menawarkan kepada Ibrahim untuk masuk ke dalam tempat hiburan malam.

Rilis kasus pelatih tinju Uni Emirat Arab di Asian Games bernama Muhamad Ibrahim Mawad Nasr yang tertipu ratusan juta dollar. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id
Rilis kasus pelatih tinju Uni Emirat Arab di Asian Games bernama Muhamad Ibrahim Mawad Nasr yang tertipu ratusan juta dollar. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Sayangnya, ajakan itu ditolak Ibrahim. Kemudian, Ibrahim menuju ke tempat penukaran uang dan menukarkan selembar uang pecahan 100 dolar untuk pembayaran taksi. 

"Pada saat korban menukarkan uang, pelaku kembali ke tempat penitipan barang yang sebelumnya korban menitipkan tasnya. Pelaku langsung mengambil tas itu," kata Rully.

Sayangnya, korban yang hedak mengambil tas miliknya usai membayar taksi itu harus menelan ludah lantaran tasnya telah raib. Dari pengakuan penjaga tempat penitipan, tas miliknya yang berisi uang tunai sebanyak USD 300 telah diambil pelaku.

Pada saat itu Ibrahim langsung melaporkan ke polisi. Sementara polisi yang mendapat laporan langsung menelusuri lokasi kejadian. 

Dari hasil kamera pengawas CCTV yang berada di tempat penukaran uang, polisi berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku. Dengan bermodalkan ciri-ciri pelaku, polisi berhasil menangkap MMH pada Kamis, 30 Agustus 2018.

"Kami tangkap di sekitar kawasan Lokasari ya. Dari pemeriksaan pelaku ini juga merupakan residivis karena kasus penipuan dan pemerasan," kata Rully.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500