Jaksa Agung M Prasetyo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Antara

154 Buronan Dibekuk Jaksa Selama Agustus, Prasetyo: Minimal Sebulan 1

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 22:05:21 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Agung memanen penangkapan terhadap para tersangka korupsi yang melarikan diri alias buron. Terhitung hingga Agustus 2018, Korps Adhyaksa ini, sudah membekuk 154 buronan.

Penangkapan para buronan korupsi itu termasuk dalam Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1. Dalam program tersebut, jaksa di 31 kejaksaan tinggi setiap bulannya diharuskan menangkap satu buronan.

"Saya juga mengapresiasi pelaksanaan Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang hingga akhir bulan Agustus 2018 telah berhasil mengamankan 154 buron dalam lingkup nasional," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo. 

Hal itu disampaikan dia dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Jaksa Agung (Waja) Arminsyah pada pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) di Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Melalui program tersebut, ia mengklaim, memperlihatkan keseriusan kejaksaan menuntaskan penanganan perkara pidana umum maupun pidana khusus.

Sejatinya, Prasetyo mengatakan, suatu putusan peradilan pidana sebagai cerminan keadilan bagi masyarakat tidak akan ada gunanya jika tidak mampu dieksekusi.

Capaian tersebut, menurut dia, sudah sepatutnya dijadikan sebagai pendorong motivasi untuk bekerja lebih giat lagi ke depannya, dan tentu patut disyukuri meski hendaknya tidak harus membuat menjadi terlarut dan terlena.

"Berhenti berbuat serta terlalu berpuas diri karena masih banyak ruang bagi kami untuk mengoptimalkan kinerja agar selanjutnya dapat dicapai hasil yang lebih baik, lebih besar, dan lebih bermanfaat lagi," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Tim Intelijen Kejagung bekerja sama dengan Kejati Kaltim dan Kejari Tenggarong, Selasa, menangkap terpidana korupsi pada proyek pembangunan pintu gerbang perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara-Kota Balikpapan pada tahun anggaran 2002 dengan kerugian negara senilai Rp 1,18 miliar.

"Terpidana Sugianto bin Sudarmadi ditangkap di Jalan Komplek, Jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, RT 10/RW 07, Kebon Kosong, Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, Jakarta pada pukul 12.40 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M. Rum di Jakarta, Selasa.

Sugianto dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500