Alkes Rp 14 Miliar, Mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai Masih Buron

Estimasi Baca :

Kriminologi.id - Kriminologi.id
Kriminologi.id

Kriminologi.id - Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai, Sumatera Utara, berinisial MS masih buron. MS adalah tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Djoelham Binjai, Sumatera Utara, senilai Rp 14 miliar pada tahun 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan, mengatakan, dua orang menjadi buron dalam kasus korupsi alkes itu. Selain MS, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai dengan inisial CPT pun sempat ikutan kabur.

"Namun, ternyata tersangka CPT telah menyerahkan diri ke kantor Kejaksaan Negeri Binjai, Rabu, 10 Januari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Sumanggar pada Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: Buronan Kasus Korupsi Alkes di Binjai Tiba-tiba Menyerahkan Diri

Sumanggar menyebutkan penyerahan tersangka itu didampingi oleh pihak keluarganya. Hampir satu bulan tersangka itu menghilang dari rumah dan juga tidak pernah masuk bekerja di RSUD Djoelham Binjai.

"Tersangka tersebut tinggal secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, karena hidupnya merasa tidak tenang," ucapnya.

Sumanggar menyebutkan, Kejari Binjai hingga kini masih terus mencari tersangka MS, yang tidak diketahui dimana bersembunyi.

Baca: Halangi Penyidikan e-KTP, Dokter Medika Permata Hijau Jadi Tersangka

"Kita berharap kepada tersangka MS, segera menyerahkan diri dengan secara baik-baik ke Kejari Binjai," kata juru bicara Kejati Sumut itu.

Kejari Binjai telah menahan empat tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai.

Keempat tersangka itu, yakni berinisial CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, serta TD, Direktur PT Masarinda Abadi.

Sedangkan, dua tersangka lainnya yakni BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012, dan FNC Direktur PT Petan Daya, tidak dilakukan penahanan karena mereka kooperatif.

Baca: Kejari Binjai Tahan 5 Tersangka Korupsi Alkes RSUD, 2 Masih Buron

Kasus korupsi proyek pengadaan Alkes RSUD Djolham Binjai yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp 3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.

Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga untuk pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.

Kejaksaan Negeri Binjai pada Senin, 6 November 2017 menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Djoelham Kota Binjai senilai Rp 14 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012.

Penetapan tujuh tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017. SM

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Buronan Alkes Rp 14 Miliar, Mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai Masih Buron

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu