Ilustrasi perdagangan orang. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Buronan Kasus Perdagangan Orang Tertangkap Gara-gara Rindu Keluarga

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 18:35:52 WIB

Kriminologi.id - Diana Aman, buronan terpidana kasus perdagangan orang di Kupang, Nusa Tenggara Timur, akhirnya diamankan petugas dari Kejaksaan Negeri Tanjung Balai dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sebelum dibekuk, Diana berpindah-pindah tempat dari Medan, Jakarta hingga Malaysia. 

Kasi Penkum Kejati Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, mengatakan Diana merupakan warga Kota Tebing Tinggi. Dia buronan Kejaksaan Negeri Kupang dan telah divonis sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri setempat pada Mei 2017.

Buronan tersebut, kata Sumanggar, ditangkap petugas Imigrasi Tanjung Balai saat kembali dari Malaysia dengan menumpang Kapal Ferry Ocean Star 2 menuju Pelabuhan Teluk Nibung, pada Jumat, 31 Agustus 2018.

"Kemudian, buronan wanita tersebut dibawa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk diserahkan kepada Kejati Nusa Tenggara Timur (NTTT)," kata Sumanggar di Medan, Minggu, 2 September 2018.

Sumanggar mengatakan, Diana adalah pelaku tindak pidana perdagangan orang yang kabur saat pengalihan tahanan yang dikabulkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang. Bahkan, saat pembacaan vonis, terpidana tersebut tidak hadir di pengadilan atau "in absentia".

"Untuk menghindari kejaran dari petugas, terpidana itu sempat berpindah-pindah tempat baik di Medan, Jakarta, maupun Malaysia," ucap mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Sumanggar menambahkan, akhirnya buronan yang akan kembali menemui keluarganya ke kampung halamannya di kota lemang Tebing Tinggi, Sumatera Utara, berhasil diringkus Kejaksaan yang bekerja sama dengan Petugas Imigrasi Tanjung Balai.

Selama ini buronan tersebut berprofesi sebagi penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke luar negeri.

"Jadi, buronan Diana sudah diserahkan Kejati Sumut kepada Kejati NTT dan langsung dibawa ke Kupang guna pelaksanaan eksekusi, serta diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat menjalani hukuman," kata Sumanggar.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500