Ilustrasi kebakaran. Foto: Pixabay.com

Buronan Pembakar Satu Keluarga di Makassar Dihadiahi Timah Panas

Estimasi Baca:
Jumat, 17 Ags 2018 14:40:10 WIB

Kriminologi.id - Lama menyandang status sebagai buronan, Rama, eksekutor pembakar rumah yang menewaskan satu keluarga terdiri atas enam penghuni di Makassar akhirnya dibekuk. Polisi terpaksa harus menghadiahi timah panas kepada pria berusia 21 tahun tersebut lantaran mencoba melarikan diri.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar, membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka Rama ditangkap pada Jumat, 17 Agustus 2018, dini hari. Saat ini, Rama tengah menjalani pemeriksaan polisi.

“Iya betul (pelaku) sudah ditangkap, saat ini masih di periksa ya," ucap Irwan Anwar kepada Kriminologi.id saat dihubungi, Jumat, 17 Agustus 2018.

Namun, ketika disinggung mengenai lokasi dan kronologi penangkapan, Irwan menyebut belum bisa menjelaskannya secara rinci. Ia beralasan saat ini masih dilakukan pengembangan dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, dalam penangkapan yang dilakukan pihaknya, Rama diberikan tindakan tegas lantaran mencoba melarikan diri. Seperti diketahui Rama berperan sebagai sosok eksekutor yang membakar rumah di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kami berikan tindakan tegas karena mencoba melawan dan melarikan diri. Dia (Rama) berperan sebagai sosok yang membakar rumah bersama satu tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap," kata Irwan.

Sebelumnya, sebuah rumah dibakar oleh sejumlah orang hingga menewaskan satu keluarga terdiri atas 6 orang di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Tallo, Makassar, Sulawasi Selatan. Otak pelaku pembakaran adalah Akbar Ampuh. Ia diketahui menyuruh Rama dan lainnya untuk membakar rumah korban karena terkait bisnis narkoba.

Terkait kasus pembakaran ini, pihak Polrestabes Makassar sebelumnya telah menangkap lima orang tersangka pembakaran rumah tersebut dan masih mengejar sejumlah pelaku lainnya.

Kasus pembakaran rumah itu berawal dari salah satu korban yang bernama Fahri, berutang narkoba kepada Akbar Ampuh sebanyak sembilan paket senilai Rp 10 juta melalui temannya. Namun uang hasil penjualan narkoba ternyata tak pernah diserahkan Fahri. Akbar Ampuh yang geram kemudian menyuruh Andi Ilham Agsari untuk menagih utang narkoba tersebut ke rumah Fahri.

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500