Hukum Yordania Hambat Ekstradisi Jurnalis Wanita Buronan FBI

Estimasi Baca :

Ahlam Ahmad Al-Tamimi. Foto: fbi.gov - Kriminologi.id
Ahlam Ahmad Al-Tamimi. Foto: fbi.gov

Kriminologi.id - Jurnalis perempuan kebangsaan Yordania yang bernama Ahlam Ahmad Al-Tamimi masuk dalam daftar orang paling dicari (Most Wanted) Federal Bureau of Investigation (FBI) karena terlibat dalam tindakan terorisme.

FBI merilis buruannya itu pada 14 Maret 2017 dan hingga saat ini belum juga tertangkap. Perempuan yang akrab dipanggil Khalti atau Halati dianggap telah berkonspirasi dalam penggunaan senjata pemusnah massal terhadap warga negara Anerika Serikat di luar negara Amerika Serikat.

am Ahmad Al-Tamimi di dalam daftar pencarian orang milik FBI. Foto: fbi.gov
Ahlam Ahmad Al-Tamimi dalam Daftar Most Wanted Terrorist  FBI. Foto: fbi.gov

Perempuan bermata coklat itu dicari karena terlibat dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi pada 9 Agustus 2001 di sebuah restoran Pizza Sbaro yang terletak di Yerusalem. Serangan tersebut menewaskan 15 orang termasuk dua orang warga Amerika Serikat. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan 122 orang terluka termasuk empat orang warga negara Amerika Serikat.

Diketahui pada 9 Agustus 2001, Khalti sempat bertemu dengan pelaku bom bunuh diri di Ramallah dan pergi bersama pelaku ke Yerusalem dengan menggunakan mobil. Khalti memimpin pelaku bom bunuh diri tersebut ke daerah pusat kota Yerusalem dan menginstruksikannya untuk meledakkannya di daerah tersebut.

Seperti dilansir dari fbi.gov Khalti lahir di Al-Zarqa, Yordania dan menghabiskan masa sekolahnya di Tepi Barat, Yordania. Setelah lulus sekolah, Khalti bekerja sebagai jurnalis di sebuah stasiun televisi. Namun rupanya pada musim panas 2001, Khalti menyetujui untuk melakukan serangan atas nama sayap militer Hamas bernama Brigade Izz al-Din al-Qassam.

Sebenarnya Khalti telah mengaku bersalah di pengadilan Israel yang digelar pada 2003 atas tuduhan pembunuhan yang timbul akibat serangan bom bunuh diri tersebut. Pengadilan Israel akhirnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi Khalti. Akan tetapi setelah delapan tahun menjalani hukumannya, Khalti dibebaskan pada 28 Oktober 2011 sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara pemerintah Israel dan Hamas.

Setelahh dibebaskan dari penjara, Khalti dikembalikan ke Yordania. Seperti yang dilansir dalam justice.gov, pengadilan Yordania telah memutuskan bahwa konstitusinya melarang ekstradisi warga negara Yordania. Sehingga pemerintah Amerika Serikat melalui FBI akan terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak agar Khalti dapat dimintai pertanggungjawaban atas perannya dalam aksi bom bunuh diri yang menewaskan warga negara Amerika Serikat.

Saat ini FBI telah memasukkan nama Khalti dalam Daftar Teroris Paling Dicari. Selain itu, FBI menyediakan hadiah sebesar US$ 5 miliar bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi berguna untuk menangkap Ahlam Ahmad Al-Tamimi. DM

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Buronan Hukum Yordania Hambat Ekstradisi Jurnalis Wanita Buronan FBI

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu