Dailypress.com

Jaksa Bekuk Mantan Kepala BRI Jambi, Buronan Kredit Fiktif Rp 10 M

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 06:35:43 WIB

Kriminologi.id - Tim Kejaksaan Tinggi Jambi menangkap mantan Kepala Bank BRI cabang Sungaipenuh, Jambi, Edi Warman. Buronan kredit fiktif Rp 10 miliar itu, ditangkap di kampung halamannya di Kelurahan Koto Pulai, Kota Padang, Sumatra Barat.

"Tersangka tertangkap di Padang, di rumah pribadinya, di mana Edi telah menggelapkan uang sebesar Rp 10 miliar," kata Asintel Kejati Jambi, Didie Tri Haryadi di Jambi, Senin, 6 Agustus 2018. 

Ia menjelaskan, kredit fiktif yang dilakukan Edi adalah uang nasabah sebanyak 366 orang. Kasus tersebut saat ini ditangani Kejari Sungaipenuh.

Sementara Kajari Sungaipenuh, Romy mengatakan, Edi ditetapkan menjadi DPO sejak Maret 2014.

Ketika itu pengadilan tingkat pertama memutuskan Edi tidak bersalah. Alasan majelis hakim ketika itu kasus yang melilit Edi masuk pidana perdata bukan tipikor. Majelis hakim kemudian memerintahkan agar Edi dibebaskan.

Jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan kasasi pada Maret 2014. Kasasi turun dan hasilnya terdakwa divonis lima tahun dan denda Rp 5 miliar subsider tiga bulan.

Romy menegaskan, saat itu terdakwa telah disurati dan dilakukan pemanggilan atas putusan MA, tetapi terdakwa tidak pernah hadir. Kemudian pihak Kejari Sungaipenuh menetapkan, Edi sebagai DPO hingga hari ini.

"Dia melarikan diri saat proses kasasi oleh jaksa," ujarnya.

Usai tertangkap, Romy menambahkan, pihaknya langsung mengeksekusi Edi ke Lapas klas IIA Kota Jambi.

Sedangkan Edi menegaskan tidak melakukan kredit fiktif. Ia berkilah, kredit yang disalurkan tersebut macet.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2419 K/Pid.Sus/2013 tanggal 26 Maret 2014, tersangka Edi merupakan terpidana yang melanggar Pasal 49 ayat (2) HURUF (B) UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU RI No 07 Tahun 1992 tentang Perbankan dan menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dengan denda sebesar Rp 5.000.000.000, subsidair tiga bulan kurungan penjara.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500