Juan Elias Garcia. Foto: FBI.gov

Juan Elias Garcia, Remaja Termuda dalam Daftar Buronan FBI

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 06:05:40 WIB

Kriminologi.id - Juan Elias Garcia yang lahir di El Salvador menjadi buronan termuda yang masuk dalam Top 10 Fugitive milik Federal Bureau of Investigation atau FBI. Garcia lahir pada 12 Januari 1993 dan menjadi buronan FBI ketika dirinya berumur 17 tahun.

Garcia merupakan anggota geng mafia internasional bernama Mara Salvatrucha atau MS-13 dan dikenal dengan nama Cruzito. Sejak muda, Garcia sudah bergabung dengan geng mafia tersebut hingga akhirnya menduduki posisi cukup penting.

Garcia dicari karena bersekongkol melakukan pembunuhan terhadap istri dan anaknya pada Februari 2010. Awalnya Garcia mengajak istrinya yang bernama Vanessa Argueta dan anaknya yang bernama Diego Torres masuk ke dalam hutan di Central Islip, Long Island, Amerika Serikat. Alasannya, dia telah menyiapkan makan malam romantis di dalam hutan tersebut.

Sesampainya di dalam hutan, dua rekan Garcia di geng MS-13 menembak dada dan kepala Argueta. Melihat pembunuhan ibunya, Diego yang masih berusia dua tahun berlari menuju Garcia. Salah satu rekannya menembak Diego di kepala namun bukanlah tembakan yang fatal sehingga Diego masih sadarkan diri. Sambil menangis Diego memeluk dan memegang kaki Garcia dengan erat, saat itulah rekan Garcia lainnya menembak kepala Diego hingga tewas.

Arguetta dibunuh karena dianggap sebagai ancaman karena dapat membocorkan informasi kepada geng lain yang dianggap rival. Pembunuhan Arguetta dan Diego merupakan keputusan yang disetujui Garcia.

Saat FBI memasukkan Garcia dalam daftar buronan, disertakan juga imbalan senilai US$ 100 ribu bagi orang yang bisa memberikan informasi keberadaan Garcia. Tak lama setelah daftar buronan tersebut dirilis ke publik, Garcia justru datang dan menyerahkan diri ke aparat penegak hukum.

Garcia diputus bersalah terkait pembunuhan, konspirasi pembunuhan, dan penggunaan senjata api tanpa izin. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup dan Garcia akan menjalani hukumannya di dalam pusat detensi anak hingga berumur 21 tahun baru kemudian akan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan.

KOMENTAR
500/500