Dailypress.com

Kabur 4 Tahun, Buronan Korupsi Keramba di Riau Dibekuk Jaksa di Jalan

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 17:05:18 WIB

Kriminologi.id - Irwansyah Lintang, terpidana korupsi keramba ikan di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau yang telah merugikan negara sekitar Rp 2,6 miliar dan buron selama empat tahun dibekuk Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Riau.

"Iya, terpidana Irwansyah sudah ditangkap pagi tadi di Pekanbaru," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru Sri Odit Megonondo ketika dikonfirmasi wartawan di Pekanbaru, Rabu, 5 September 2018.

Irwansyah dibekuk jaksa di Jalan Kertama, Pekanbaru. Ia saat ini diamankan di Kantor Kejari Pekanbaru untuk diperoses lebih lanjut.

"Dia (Irwansyah) sudah buron sejak 2014," ujarnya.

Irwansyah Lintang adalah satu dari tiga koruptor dalam pelaksanaan kegiatan belanja modal pengadaan keramba dalam rangka pemberdayaan ikan di kawasan daerah aliran sungai pada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau pada 2008. Proyek tersebut bersumber dari APBD Riau 2008 senilai Rp 8 miliar.

Irwansyah buron setelah putusan Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasinya pada Oktober 2014. Berdasarkan putusan MA No. 348 K/PID.SUS/2014 disebutkan Irwansyah melakukan korupsi bersama dua pelaku lainnya. 

Pertama, Donny Gatot Trenggono, yang saat itu menjabat Kepala Sub Dinas Pengembangan Perikanan Darat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau. Pelaku kedua adalah Kadwi Alam selaku Direktur Utama PT Primabos Mobilindo selaku rekanan pelaksana proyek keramba ikan, sedangkan Irwansyah adalah Kuasa Direktur Utama PT Primaboss Mobilindo.

Ketiga koruptor itu mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 2,69 miliar. Penyebabnya adalah koruptor tersebut membuat keramba di luar spesifikasi yang tertuang di dalam kontrak.

Mereka membuat keramba menggunakan kayu yang tidak awet, tidak kuat dan tidak tahan terhadap air sehingga mudah lapuk dan busuk di air.

Dengan adanya putusan kasasi MA tersebut, vonis pengadilan terhadap terpidana akan diberlakukan. Pada tingkat pengadilan tinggi, sesuai putusan pada 28 Februari 2013, Irwansyah terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Irwansyah divonis bersalah dengan hukuman pidana penjara selama lima tahun, dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan. Ia juga harus memberikan uang pengganti sebesar Rp 1.175.696.276 atau subsider dua tahun penjara.

Adapun, barang bukti yang disita antara lain uang sebesar Rp 160 juta dengan rincian uang kertas pecahan Rp 100.000 sebanyak 900 lembar, uang kertas pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.400 lembar, dan dirampas untuk negara.

Selain itu, ada dokumen berupa fotokopi surat-surat dan potongan kayu yang dipergunakan dalam perkara lain.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500