Ilustrasi penangkapan pelaku. Foto: Pixabay

Kandas di Kasasi, Buronan Korupsi Pembebasan Lahan kembali Dibui

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Ags 2018 12:15:32 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Negeri Surabaya menangkap Sumargo, terpidana kasus korupsi pembebasan lahan proyek Middle East Ring Road Tahap II atau MERR II C yang buron setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasinya. MA menguatkan vonis Sumargo dengan hukuman tiga tahun penjara.

"Eksekusi ini adalah perintah dari putusan Kasasi," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Teguh Budi Darmawan di Surabaya, Kamis, 23 Agustus 2018.

Menurut Teguh, Sumargo sebenarnya sempat menjalani penahanan selama proses pengusutan dan persidangan kasus ini. Namun kemudian ia dibebaskan karena masa penahanannya telah habis. 

"Dia dibebaskan ketika proses mengajukan kasasi. Selain karena masa penahanannya saat itu memang sudah habis, sehingga dinyatakan lepas demi hukum," katanya.

Teguh mengatakan, Kejari terpaksa membentuk tim untuk mengeksekusi Sumargo karena tidak pernah kooperatif saat dipanggil Kejaksaan. Berkali-kali panggilan yang dilayangkan Kejaksaan terhadap Sumargo tak pernah digubrisnya. 

"Kami tangkap di tempat persembunyiannya, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tadi malam," katanya.

Penangkapan tersebut, kata Teguh, berhasil dilakukan setelah berminggu-minggu tim eksekutor Kejaksaan melakukan penelusuran dan pengintaian.

"Keberhasilan eksekusi ini merupakan buah dari kinerja tim intelijen dan pidana khusus Kejari Surabaya," ujarnya.

Perkara yang membelit Sumargo berawal ketika ia ditunjuk oleh Olli Faisol yang tergabung dalam Satuan Tugas Pembebasan Lahan Proyek MERR II-C.

Olli juga sebagai staf di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemerintah Kota Surabaya.

Saat itu, Olli menugaskan Sumargo untuk mengkordinir 40 warga Gunung Anyar Surabaya yang terimbas pembebasan lahan proyek MERR II C. Namun belakangan pembebasan lahan itu bermasalahdan bergulir ke ranah hukum karena merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Dalam kasus ini, Olli telah ditetapkan bersalah dan dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara. Terpidana lain dalam kasus ini adalah Djoko Waluyo yang divonis 8 tahun penjara, Eko Martono dan Abdul Fatah masing-masog divonis 1 tahun penjara, dan Euis Dahlia yang divonis 1 tahun 4 bulan penjara.

Saat ini Sumargo telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500