Polresta Denpasar Tetapkan Wakil Ketua DPRD Bali Sebagai DPO, Foto: Ist/Kriminologi.id

Kasus Sabu-sabu: Mang Jongol, Istri, dan Kakak Kandungnya Buron

Estimasi Baca:
Senin, 6 Nov 2017 18:05:13 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Resor Kota Denpasar menetapkan status tersangka kepada Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias Mang Jongol bersama istrinya Dewi Ratna, dan kakak kandung Swastika yakni Wayan Suadana alias Wayan Kembar, masuk Daftar Pencarian Orang. Ketiganya diduga terlibat kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut.

"Kemungkinan besar Jero Gede Komang Swastika melarikan diri ketika kediamannya digerebek anggota kepolisian," kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo di Denpasar, Senin, 6 November 2017.

Menurut Hadi, Komang Swastika kabur melalui jendela kamarnya karena petugas mendapati tali yang terikat pada jendela di kamar utama ketika petugas menggerebek kediamannya di Jalan Pulau Batanta Nomor 70 Denpasar Barat pada Jumat, 3 November 2017 sekitar pukul 11 malam waktu setempat.

Baca: Mang Jongol, Wakil Ketua DPRD Bali dan Bisnis Sabu-sabu

Saat penggerebekan itu, kata Hadi, pihaknya mendapati pintu kamar utama Jero Jongol atau Mang Jongol dalam keadaan terkunci dari dalam. Di dalam kamar itu, petugas mendapati senjata jenis softgun dan senjata api jenis baret, senjata tajam, dan sabu-sabu. Petugas juga menemukan barang bukti berupa tujuh paket sabu-sabu seberat 15 gram serta receiver kamera pengawas atau CCTV.

Hadi mengungkap, kaburnya politisi Gerindra itu diperkirakan karena adanya kamera pengendali CCTV yang terhubung langsung dengan seluruh kamar dan lingkungan di rumahnya. Dari kamera CCTV itu, tersangka dapat melihat gerakan anggota kepolisian.

Dari penuturan istri ketiga Jero Gede yakni Asti, Hadi mengungkapkan hanya Mang Jongol yang berhak memasuki kamar utama tersebut. Kata Hadi, semua tidak boleh masuk selain yang bersangkutan, meskipun itu istri ataupun keluarganya.

Baca: Simpan Sabu-sabu, Wakil Ketua DPRD Bali Bakal Dipecat Gerindra

Terkait dengan informasi yang diterima oleh Kriminologi dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, beberapa waktu lalu, bahwa pihak kepolisian telah menangkap Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Swastika, Hadi membantahnya.

"Belum tertangkap ya," kata Hadi menegaskan kepada Kriminologi melalui pesan tertulisnya pada Senin, 6 November 2017.

Sebelumnya Polresta Denpasar menangkap enam orang yang diduga terkait peredaran narkoba dengan total barang bukti mencapai 22,52 gram sabu-sabu. Penangkapan itu terjadi dua hari yakni sejak Jumat, 3 November 2017 hingga Sabtu, 4 November 2017 di sejumlah tempat.

Keenam tersangka itu yakni Gede Juniarta, pria berusia 21 tahun. Pada Jumat, 3 November 2017 sekitar pukul 11 malam, dia diamankan petugas pertama kali di salah satu jembatan di Jalan Pulau Batanta Denpasar. Dari tangannya, petugas menemukan sabu-sabu seberat 0,14 gram.

Berdasarkan pengakuan tersangka, dia mendapatkan narkoba itu dari Dandi Suardika, yang petugas tangkap pada Sabtu, 4 November 2017 sekitar pukul 1 pagi waktu setempat di salah satu kamar di rumah Wakil Ketua DPRD Bali itu. Dari keterangan tersangka, petugas mendapati informasi bahwa Dandi mendapat barang aharam itu dari Dewi Ratna, kakak iparnya, sekaligus istri pertama Mang Jongol.

Baca: Lebih dari 200 Ribu Kg Sabu-sabu Disita dalam Operasi 3 Pekan

Dari keterangan Dandi, petugas kemudian pengembangkan penyelidikan di kediaman politisi tersebut. Petugas lalu menangkap tiga tersangka lain yang diduga turut berperan mengedarkan sabu-sabu. Mereka adalah pasangan suami istri yakni Rahman dan Semiati. Keduanya berprofesi sebagai tukang jahit.

Petugas juga menangkap Nurhasim alias Bento dan Agus Sastrawan dengan keterkaitannya dengan peredaran narkoba itu. Dari pengakuan Rahman dan Semiati, petugas mendapati bahwa keduanya memperoleh sabu-sabu itu juga dari Dewi Ratna.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Bobby Chandra
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500