Jaksa Agung HM Prasetyo/Foto: Kejaksaan.go.id

Kejaksaan Ciduk 130 Buronan, Paling Banyak Kejati Riau

Estimasi Baca:
Senin, 16 Jul 2018 17:35:22 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Agung telah menangkap 130 buronan sejak Januari hingga Juli 2018. Penangkapan buronan itu bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 di mana seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Indonesia diwajibkan menangkap 1 buronan tiap 1 bulan. Untuk Kejati tertentu ada yang melebihi target. 

"Meski melebihi target, kami akan terus memburu para buronan itu," kata Direktur Teknologi Informasi Produksi Intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Kejagung Yunan Harjaka, di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Berdasarkan data kinerja Tabur 31.1 Kejaksaan Agung dan seluruh kejaksaan tinggi periode sampai 12 Juli 2018, jumlah buronan pelaku kejahatan itu sebanyak 395 orang. 

"Saat ini saja, kami sudah menangkap 130 buronan, sisanya akan terus dicari," katanya pula.

Jumlah buronan pelaku kejahatan yang tertinggi berada di Kejati Riau dengan 54 buronan dan yang berhasil ditangkap sebanyak 14 buronan. Kemudian di Kejati Jawa Barat dengan 44 buronan dan berhasil ditangkap sebanyak 11 orang. 

Kejati Sumatera Utara ada 30 buronan dan yang ditangkap sebanyak 14 orang. Kejati Jambi ada 20 buronan dan 16 orang yang berhasil ditangkap. Sedangkan Kejati DKI Jakarta dari 37 orang dinyatakan buron, sudah ada 7 orang ditangkap.

Kejati Sulawesi Selatan dengan 23 buron dan 7 ditangkap. Kalimantan Barat ada 14 buron dan 4 orang ditangkap, serta Kejati Jawa Tengah dengan 13 buron dan 7 yang ditangkap.

Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya menegaskan tidak ada tempat yang aman bagi buronan korupsi untuk bersembunyi karena aparat kejaksaan akan terus melakukan pengejaran.

"Kami akan cari terus, kita berikan pesan pada mereka bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para buronan ini. Mereka tidak akan tidur nyenyak," katanya.

Prasetyo juga mengatakan bahwa Kejaksaan akan terus mengawal hingga putusan pengadilan sampai telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Selain soal memburu buronan, Prasetyo juga memastikan Kejaksaa akan mengejar pembayaran uang denda dan uang pengganti serta ingin memaksimalkan pemulihan atas kerugian negara.

"Suka atau tidak, mau atau tidak, mereka harus bayar kalau tidak kami sita barangnya, kami bisa minta diganti dengan hukuman kurungan pengganti tinggal pilih saja," katanya.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500