Ilustrasi buronan koruptor. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Pajak, Pengajar di UMJ Ciputat

Estimasi Baca:
Senin, 30 Jul 2018 11:30:50 WIB

Kriminologi.id - Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap Hasnil (68), buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hasnil ditangkap di Tangerang Selatan, Banten pada Minggu, 29 Juli 2018.

Penangkapan Hasnil bermula dari pengintaian selama dua pekan yang dilakukan tim intelijen Kejati Sumut di rumah Hasnil di Tangerang Selatan dan tempatnya mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat.

Pada Minggu, 29 Juli 2018 dinihari sekitar pukul 02.30 WIB Hasnil ditangkap saat berada di rumahnya yang beralamat di Jalan Mangga, Komplek PU, Ciputat Timur, Tangerang Selatan dan langsung dibawa ke Medan untuk dieksekusi ke Lapas Tanjung Gusta.

Dihimpun dari berbagai sumber, Hasnil adalah buronan bersama Kejaksaan Negeri Langkat dan Kejaksaan Negeri Simalungun. 

Kepala Kantor Akuntan Publik Hasnil M Yasin & Rekan itu diputus bersalah dalam dua kasus korupsi perhitungan kelebihan pembayaran pajak PNS di Pemkab Langkat dan Pemkab Simalungun.

Untuk kasus di Pemkab Langkat, Hasnil dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dalam kasus penghitungan kelebihan pembayaran pajak penghasilan PNS tahun 2001-2002. 

Sementara dalam perkara yang sama, yaitu penghitungan kelebihan bayar pajak PNS di Pemkab Simalungun pada tahun 2008, Hasnil dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengatakan total kerugian akibat manipulasi penghitungan kelebihan pembayaran pajak yang dilakukan Hasnil melalui kantor akuntan publiknya itu mencapai Rp 2,9 miliar.

Selama proses persidangan hingga pengadilan menjatuhi vonis, Hasnil tidak menjalani penahanan. Setelah vonisnya berkekuatan hukum tetap di Mahkamah Agung, Kejaksaan berupaya mengeksekusi Hasnil

Namun Hasnil tidak kooperatif. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memasukkan nama Hasnil dalam DPO karena tidak mengindahkan tiga kali panggilan kejaksaan untuk menyerahkan diri.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500