Korupsi Kondensat Rp 35 Triliun, Honggo Wendratno Resmi DPO Bareskrim

Estimasi Baca :

Honggo Wendratno, buronan Bareskrim Polri dalam kasus korupsi dan Pencucian Uang Proyek penjualan kondensat SKK Migas yang merugikan negara hingga Rp 35 Triliun. - Kriminologi.id
Honggo Wendratno, buronan Bareskrim Polri dalam kasus korupsi dan Pencucian Uang Proyek penjualan kondensat SKK Migas yang merugikan negara hingga Rp 35 Triliun.

Kriminologi.id - Bareskrim Polri resmi memasukkan nama Honggo Wendratno dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Mantan Direktur PT  Trans Pasific Petrochemical Indotama itu adalah salah satu tersangka dalam kasus korupsi penjualan kondensat.

Kasubdit III Tindak Pidana Pencucian Uang Dit Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Djamaludin mengatakan, Honggo ditetapkan menjadi DPO karena telah tiga kali dipanggil sebagai tersangka tidak hadir.

"Dimohon bantuan masyarakat apabila mengetahui tersangka agar segera melapor ke kantor polisi terdekat," kata Djamaludin dalam keterangannya, Jumat, 26 Januari 2018.

Baca: Pelimpahan Kasus Kondensat Terganjal Ketidakhadiran Tersangka

Penetapan Honggo sebagai DPO dilakukan setelah penyidik melakukan penggeledahan di 3 rumah milik Honggo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 24 Januari 2018. Di 3 rumah yang lokasinya saling berdekatan itu, Honggo tak ditemukan. 

Penyidik hanya menyita sejumlah dokumen dan barang dari rumah yang hanya ditempati oleh penjaga dan asisten rumah tangga Honggo.

Sebelumnya, Honggo pernah dikabarkan berada di Singapura. Namun polisi tak berhasil menemukannya. 

Senior Liaison Officer Polri di Singapura yaitu Kombes Joko yang melakukan penelusuran dan pengecekan keberadaan Honggo dengan mendatangi suatu alamat yang diduga menjadi tempat tinggalnya tak berhasil menemukan Honggo.

Baca: Honggo Wendratno Buron, Polisi Geledah Rumah Mewah di Jaksel

Penemuan Honggo penting mengingat Kejaksaan Agung telah meminta polisi segera melakukan pelimpahan tahap kedua dalam kasus korupsi kondensat itu kepada jaksa.  

Pelimpahan yang seharusnya berlangsung pada Senin, 8 Januari 2018 itu tertunda karena terganjal ketidakhadiran Honggo. Saat itu hanya dua tersangka yang hadir yaitu Raden Priyono dan Djoko Harsono.

Dalam kasus korupsi kondensat yang merugikan keuangan negara sebesar US$ 2,716 miliar ini, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka yang terdiri dari dua berkas. 

Lihat: Foto Rumah Honggo Wendratmo Digeledah Polisi

Berkas pertama atas nama tersangka Raden Priyono selaku Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau BP Migas, dan Djoko Harsono selaku Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, sementara berkas kedua atas nama tersangka Honggo Wendratno selaku Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). RZ

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Buronan Korupsi Kondensat Rp 35 Triliun, Honggo Wendratno Resmi DPO Bareskrim

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu