Mang Jongol, Wakil Ketua DPRD Bali dan Bisnis Sabu-sabu

Estimasi Baca :

barang bukti sabu-sabu, Foto: Antara - Kriminologi.id
ilustrasi barang bukti sabu-sabu, Foto: Antara

Kriminologi.id - Sosok Jero Gede Komang Swastika atau yang biasa disebut Mang Jongol kini ramai diperbincangkan masyarakat luas, terutama warga Bali. Bukan karena kinerjanya sebagai wakil ketua DPRD Bali sejak 2014 tetapi karena baru-baru ini ia diduga terlibat jaringan pengedaran sabu-sabu di wilayah Bali.

Jumat, 3 November 2017 sekitar pukul 23.00 Wita, petugas Satreserse Narkoba Polresta Denpasar menggerebek sebuah rumah di Jalan Batanta Nomor 70, Banjar Seblanga, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Petunjuk ini diberikan oleh seorang pria bernama I Gede Juniartan, berusia 21 tahun yang ditangkap sehari sebelumnya karena kedapatan membawa narkoba.

Baca: Kasus Sabu-sabu: Mang Jongol, Istri, dan Kakak Kandungnya Buron

Dia mengaku mendapat paket sabu-sabu itu dari seseorang yang beralamat rumah tersebut. Petugas mengetahui, rumah tersebut merupakan kediaman Jero Gede Komang Swastika, politikus asal Gerindra Bali.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas tidak menemui sosoknya di rumah tersebut. Malahan, petugas mendapati tali sepanjang 2 meter teruntai di jendela kamar Mang Jongol di lantai 2.

Petugas menduga, Mang Jongol kabur lewat jendela dan melompat ke halaman rumah orang lain. Bahkan, ada dugaan, Mang Jongol kabur ke rumah sang istri berinisial DW yang diduga sebagai pemasok sabu-sabu.

Baca: Simpan Sabu-sabu, Wakil Ketua DPRD Bali Bakal Dipecat Gerindra

Dari hasil penggerebekan tersebut, selain menemukan barang bukti berupa 31 paket sabu-sabu, petugas kepolisian juga menyita tiga unit airsoft gun dan sebuah senjata api. Bahkan, petugas mencium dugaan keterlibatan sang istri dalam bisnis narkoba ini.

Terkait dengan orang-orang yang kerap keluar masuk di rumah tersebut, rupanya ada ketentuan yang diterapkan oleh pemilik rumah yakni Mang Jongol. Para pembeli atau pengguna sabu-sabu harus memakainya di dalam rumah itu.

Untuk memudahkannya, Mang Jongol menyediakan enam kamar bagi para pelanggannya dan dia memasang CCTV di area tersebut, sehingga mereka yang berlalu lalang di rumah tersebut akan terlihat jelas.

Meski pihak kepolisian sudah memastikan kalau Komang Swastika adalah pengguna dan penjual sabu-sabu, namun pihaknya masih menunggu 3x24 jam untuk menentukan apakah dia akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak.

Baca: Lebih dari 200 Ribu Kg Sabu-sabu Disita dalam Operasi 3 Pekan

Keterlibatan Mang Jongol di bisnis narkoba, tidak didukung oleh Gerindra, partai yang menaunginya. Kemarin, Ketua DPD Gerinda Bali IB Putu Sukarta pada Minggu, 5 November 2017 enggan bertanggung jawab atas nasib Mang Jongol. Bahkan, dia menegaskan kalau Mang Jongol akan dikeluarkan dari partai bila semua dugaan itu terbukti benar. Selain itu, pihak partai akan mencopot seluruh jabatannya.

Tidak hanya itu. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga telah memastikan bahwa pihak partai tidak akan membela kadernya yang terjerat dalam kasus narkoba. Dia juga meminta agar Komang Swastika tidak meminta bantuan apapun kepada partai terkait kasus ini.

Dugaan keterlibatan Komang Swastika di dunia narkoba, sudah menjadi pembicaraan di kalangan anggota DPRD Bali, terutama saat BNN menggelar tes urine kepada 55 anggota DPRD Bali 2014-2019.

Ketika itu, Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen I Putu Gede Suastawa, pada Kamis, 19 Mei 2016 mengatakan bahwa pihaknya mendapati satu orang anggota DPRD Bali yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Meski tidak adanya pengungkapan oleh BNN siapa orang tersebut, namun beberapa kalangan DPRD menunjuk ke arah dirinya.

Baca: Thor, Petugas K9 Ungkap Sabu-sabu di Dalam Mobil

Mang Jongol masuk ke dalam jajaran DPRD Bali sebagai wakil ketua sejak Selasa, 28 Oktober 2014. Ia dilantik dalam rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Bali, Denpasar.

Sebelum terlibat kasus narkoba ini, sebulan sebelumnya, yakni pada akhir November 2017, Mang Jongol mempublikasikan keaktifan dirinya pada kegiatan sosial. Di kala itu, dia mengajak mengajak Revoluce Car Community Bali dan Barberman Bali Community untuk bersama-sama mengirimkan bantuan logistik kepada para pengungsi Gunung Agung.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kepada Kriminologi bahwa Jero Gede Komang Swastika telah ditangkap, namun hingga berita ini diturunkan, Kriminologi masih menunggu kepastian kabar itu.

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Buronan Mang Jongol, Wakil Ketua DPRD Bali dan Bisnis Sabu-sabu

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu