Polres Buleleng sebarkan poster DPO Mang Jongol di wilayah Buleleng, Foto: Ist/Kriminologi.id

Polisi Sebar Poster DPO Mang Jongol

Estimasi Baca:
Senin, 13 Nov 2017 21:25:03 WIB

Kriminologi.id - Meski sudah lebih dari seminggu, arah larinya Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Swastika atau Mang Jongol dari kediamannya di kawasan Jalan Batanta No. 70, Denpasar, hingga saat ini belum terendus petugas kepolisian. Tersangka kabur setelah petugas dari Polresta Denpasar menggerebek rumahnya pada Jumat, 3 November 2017. Selain menjalani tugas sebagai wakil rakyat, dia juga diduga berbisnis narkoba jenis sabu-sabu.

Dugaan kaburnya Mang Jongol dari rumahnya ke kawasan Buleleng, disikapi langsung oleh Satuan Narkoba Polres Buleleng dengan menyebarkan kertas pencarian orang atau DPO di beberapa titik strategis.

"Kami menempelkan informasi DPO di tempat-tempat strategis. Dengan cara ini, artinya kita mempersempit ruang gerak tersangka, jika memang mereka diduga ada di Buleleng," kata Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Adnyana, ketika Kriminologi hubungi pada Senin, 13 November 2017.

Adnyana menjelaskan, hari  ini pihaknya menempelkan sedikitnya di 50 titik strategis, diantaranya di tempat pengumuman di tiap-tiap desa, Terminal Bus Banyuasri, dan sejumlah SPBU. 

Baca: BNNP Bali: Mang Jongol Pernah Positif Pakai Sabu-sabu

Selain menempel informasi tersebut, Adnyana menjelaskan, dia juga menyambangi keluarga ataupun teman-teman dari Mang Jongol yang ada di wilayah Buleleng. Kata Adnyana, menurut keterangan temannya, mereka sudah tidak bertemu sejak lama.

"Kami bertemu juga dengan teman-teman yang dulunya pernah mereka kunjungi di Buleleng. Hasil yang kami dapat, teman-temannya mengatakan kalau terakhir mereka bertemu tersangka ini sudah lebih dari 6 bulan, bahkan ada yang bilang setahun tidak bertemu," kata Adnyana menjelaskan.

Kaburnya Mang Jongol dan saudaranya yakni Wayan Suadana atau Wayan Kembar  yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya oleh petugas kepolisian setempat, Adnyana mengelak bila disebut aparat kesulitan dan kewalahan dalam menangkap tersangka. Dia menilai, pihaknya belum bisa menangkap Mang Jongol lantaran tersangka bersembunyi di suatu tempat.

"Kita tidak ada masalah dengan kesulitan yang ada. Kami belum bisa menangkapnya, mungkin karena mereka tinggal di suatu tempat yang tersembunyi dan tidak pernah keluar, ini yang menyebabkan tidak ada orang yang melihat mereka di tengah masyarakat," ucap Adnyana. 

Baca: Mang Jongol Punya Senpi Ilegal, Ini Perintah Kapolda Bali

Untuk semakin mempersempit gerakan Mang Jangol dan Wayan Kembar, pihaknya menggandeng para kepala desa dan Babinsa, serta masyarakat luas untuk menginformasikan tentang keberadaan para tersangka ini.

Terkait dengan penghargaan yang akan didapat masyarakat jika berhasil memberitahu lokasi para tersangka, Adnyana memastikan akan ada penghargaan tersendiri yang akan diberikan oleh pihak kepolisian.

"Kita tidak menyiapkan hal itu (nilai reward), tapi pasti reward akan diberikan oleh pimpinan kami bila ada warga yang membantu menginformasikan atau melihat mereka," ucap Adnyana. Kepada keduanya, Adyana berpesan agar para tersangka mau menyerahkan diri dan tidak menghindar dari kesalahan yang telah diperbuat.

Baca: Mang Jongol, Wakil Ketua DPRD Bali dan Bisnis Sabu-sabu

Sebelumnya, Polresta Denpasar menangkap enam orang yang diduga terkait peredaran narkoba yang mengaitkan nama Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Swastika alias Mang Jongol. Pada Jumat, 3 November 2017 sekitar pukul 11 malam waktu setempat, petugas menggerebek sebuah rumah di Jalan Pulau Batanta, Denpasar. Rumah tersebut adalah milik Mang Jongol.

Pada penggerebekan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu mencapai 22,52 gram di beberapa kamar rumah Komang Swastika di Jalan Batanta Nomor 70 Denpasar dan 15 gram di antaranya ditemukan di kamar utama milik Komang Swastika.

Namun, petugas tidak menemukan sosok Komang Swastika. Namun, petugas mendapati tali sepanjang 2 meter teruntai di jendela kamar utama di lantai 2. Petugas menduga, Mang Jongol kabur lewat jendela dan melompat ke halaman rumah orang lain. Polda Bali telah memasukkan Mang Jongol masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang.

Selain dijerat pasal narkotika, petugas juga menjerat Mang Jongol dengan Undang-undang Darurat Tahun 1951 tentang senjata api dan senjata tajam karena di kamarnya, petugas menemukan senjata api jenis baret dan senjata jenis air softgun. Total ancaman hukumannya 20 tahun penjara. 

Hingga kini, kepolisian setempat masih memburu Mang Jongol dan meminta instansi terkait untuk mencekal larinya Mang Jongol ke luar negeri.

KOMENTAR
500/500